Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cari Penyebab David Jacobs Tergeletak di Rel, Polisi Bakal Periksa Ahli Kinematika

Cari Penyebab David Jacobs Tergeletak di Rel, Polisi Bakal Periksa Ahli Kinematika David Jacobs. ©2021 Merdeka.com/instagram.com

Merdeka.com - Polres Metro Jakarta Pusat bakal mulai meminta keterangan terhadap saksi ahli forensik, salah satunya saksi ahli ilmu kinematika. Guna mengungkap penyebab kematian Atlet Para Tenis Meja Dian David Michael Jacobs yang tergeletak di pinggir rel Stasiun Gambir.

"Sekarang ini (ahli yang diminta keterangan) dokter forensik, saksi ahli dari UI mengenai gaya kinematika, satu lagi saksi ahli pidana," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Hady Saputra Siagian saat dihubungi, Sabtu (6/5).

Hady menjelaskan, pemanggilan terhadap ahli kinematika dimaksudkan untuk menentukan penyebab David bisa ditemukan tergeletak di pinggir rel.

Karena, kinematika merupakan salah satu cabang ilmu fisika dari mekanika klasik. Yang membahas gerak benda dan sistem benda tanpa mempersoalkan gaya penyebab gerakan.

"Kita menanyakan bagaimana posisi korban bagaimana saat terakhir, kemudian dia jatuhnya kenapa gitu, apa karena loncat atau didorong atau gimana," jelasnya.

Adapun, Hady menyebut, pihaknya hingga masih berupaya mengumpulkan segala keterangan dan bukti yang ada soal perkara ini. Guna menentukan apakah kasus kematian Dian David Michael Jacobs mengandung unsur pidana.

"Setelah kita pemeriksaan saksi ahli semuanya dan semua proses penyelidikan kita sudah selesai. Apakah itu merupakan tindak pidana atau kecelakaan tunggal atau apa nanti kita selesaikan semua proses penyelidikan baru bisa kita simpulkan," tutupnya.

Perjalanan David

Sebelumnya, Polisi telah menemukan adanya perjalanan yang dilakukan David sebelum ditemukan pingsan di pinggir rel. Perjalanan itu dimulai dari Stasiun Gambir sekitar pujul 21.00 Wib

"Terkait penemuan atlet pada jalur kereta api, antara Gambir-Juanda, semalam tepat pukul 21.00 Wib," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Komarudin kepada wartawan, Jumat (28/4).

Saat ditemukan di pinggir jalur rel kereta antara Gambir dan Juanda kilometer (KM 4+700) David masih hidup. Dalam keadaan pingsan, ia pun segera dilarikan ke Rumah Sakit Husada, Jakarta sampai akhirnya meninggal dunia kurang lebih enam jam setelahnya.

"Pada saat ditemukan korban maupun orang tersebut masih dalam keadaan hidup. Namun dinyatakan meninggal dunia pada pukul 3.40 tadi pagi di RS Husada," kata dia.

Dari hasil penyelidikan, lanjut Komarudin, ditemukan adanya perjalanan memasuki Stasiun Gambir sekitar pukul 20.12 Wib kemudian berada di stasiun sampai pukul 20.28 Wib.

"Dari pukul 20.12 Wib sampai 20.28 Wib korban terpantau beraktivitas ada di Gambir mulai dari cek in sampai dengan ada di peron," sebutnya.

Kemudian dari linimasa ponsel, terpantau adanya pergerakan dari David tepat pukul 20.30 Wib telah berada di titik lokasi ditemukan saat pingsan di kilometer (KM 4+700). Hak itu tidak mungkin dilakukan dilakukan dengan jarak dua menit sampai di lokasi.

"Artinya hanya jarak 2 menit dari Gambir ke TKP, itu jaraknya 700 meter, kalau jalan kaki ga mungkin. Kebetulan juga, hasil pantauan kami pada saat yang bersamaan juga pada saat itu sedang melintas kereta api tambahan dari Surabaya," kata dia.

"Yang sampai di Gambir yang persiapan utk pembersihan ke Stasiun Kota. Ini masih terus kami dalami, saat ini korban sudah kita pindahkan ke RSCM untuk pelaksanaan autopsi," tambah dia.

(mdk/ded)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP