Buruh Muslim Indonesia Nilai Israel Diskriminasi Pekerja Palestina

Jumat, 14 Juni 2019 16:31 Reporter : Randy Ferdi Firdaus
Buruh Muslim Indonesia Nilai Israel Diskriminasi Pekerja Palestina Aksi Unjuk Rasa Peringati 71 Tahun Eksodus Rakyat Palestina. ©REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa

Merdeka.com - Indonesia menjadi satu-satunya negara yang mewakili kelompok pemerintah dalam pertemuan solidaritas internasional bagi pekerja Palestina. Diundangnya Indonesia sebagai negara yang mewakili negara-negara PBB tidak terlepas dari kiprah Pemerintah dalam mendukung perjuangan kemerdekaan rakyat Palestina.

Presiden Konfederasi serikat Buruh Muslimin Indonesia (K-Sarbumusi) Syaiful Bahri Ansori yang turut hadir sebagai ketua delegasi serikat pekerja Indonesia mengaku prihatin atas kondisi para pekerja Palestina di Israel yang mengalami diskriminasi dan pelanggaran hak-hak ketenagakerjaan.

"Kami mengaku sangat prihatin atas laporan bahwa para pekerja Palestina di Israel mengalami eksploitasi, diskriminasi dan berbagai bentuk pelanggaran hak-hak ketenagakerjaan, seperti kondisi tempat kerja yang sangat buruk, kecelakaan kerja, dan pembayaran upah di bawah minimum," ungkap Syaiful, Jumat (14/6).

Syaiful meminta kepada masyarakat internasional untuk bersama-sama mengupayakan agar Israel segera menghentikan tindakan yang tidak manusiawi, dan mengakhiri pendudukan ilegal atas wilayah Palestina.

"Pendudukan ilegal Israel atas Palestina tidak hanya menimbulkan ketakutan bagi warga, akan tetapi juga menghambat mobilitas perdagangan dan perekonomian rakyat Palestina," kata Syaiful.

©2019 Merdeka.com/istimewa

"Oleh karena itu kami meminta seluruh masyarakat dunia mengupayakan agar Israel mengakhiri perilaku yang tidak manusiawi kepada rakyat Palestina," imbuhnya.

Anggota Komisi I DPR RI tersebut meminta ILO untuk terus mendukung Palestina agar mencapai kehidupan yang layak mengingat semakin bertambahnya jumlah pengangguran di sana.

"Kami mendorong agar ILO mendukung tercapainya kesejahteraan rakyat Palestina mengingat rakyat Palestina mengalami penurunan tingkat partisipasi kerja hingga mencapai 43,5 persen dan termasuk 10 terendah dari 189 negara di dunia," tandasnya.

Pertemuan Solidaritas Internasional Bagi Pekerja Palestina dihadiri oleh Perdana Menteri Palestina, Muhammad Shtayyeh, Dirjen International Labour Organization (ILO), Guy Ryder.

Hadir pula dalam pertemuan itu, Menteri Ketenagakerjaan Palestina, Dirjen Arab Labour Organization, dan Perwakilan Serikat Pekerja Indonesia dan pengusaha Palestina, serta para Duta Besar dan delegasi negara-negara anggota PBB. [rnd]

Topik berita Terkait:
  1. Palestina
  2. Buruh
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini