Wamena, 03 Januari 2026 – Bupati Jayawijaya, Atenius Murib, mengeluarkan peringatan tegas kepada seluruh warga untuk tidak menyelundupkan minuman beralkohol ke wilayah Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Peringatan ini berlaku bagi semua jalur transportasi, baik udara maupun darat, sebagai upaya menjaga ketertiban umum dan keamanan daerah. Langkah ini diambil menyusul maraknya peredaran minuman beralkohol yang kerap menjadi pemicu gangguan kamtibmas di wilayah tersebut.
Penegasan ini disampaikan oleh Bupati Murib di Wamena pada Sabtu (03/01), di mana ia menekankan bahwa siapa pun yang kedapatan membawa barang haram tersebut akan ditindak tegas oleh aparat keamanan gabungan TNI-Polri dan pemerintah daerah. Aparat gabungan telah berhasil menyita sejumlah minuman beralkohol berbagai merek yang diselundupkan dari Jayapura ke Wamena melalui jalur darat menggunakan kendaraan roda dua maupun roda enam.
Pemerintah daerah bersama TNI-Polri berkomitmen penuh untuk melanjutkan operasi pencegahan peredaran minuman beralkohol sepanjang tahun 2026. Hal ini didasari keyakinan bahwa minuman beralkohol merupakan salah satu faktor utama penyebab meningkatnya angka kriminalitas di Kabupaten Jayawijaya, yang pada akhirnya dapat menghambat proses pembangunan daerah.
Advertisement
Advertisement
Bupati Jayawijaya, Atenius Murib, menegaskan bahwa tidak ada toleransi bagi siapa pun yang mencoba menyelundupkan minuman beralkohol ke wilayahnya. “Kami tegaskan warga atau oknum siapa saja untuk tidak membawa barang haram minuman beralkohol ke Wamena, Kabupaten Jayawijaya, baik melalui transportasi udara maupun darat karena akan ditindak tegas aparat keamanan TNI-Polri dan pemerintah daerah,” ujarnya.
Operasi gabungan yang melibatkan TNI-Polri telah menunjukkan hasil nyata dengan penyitaan berbagai jenis minuman beralkohol. Upaya ini akan terus diintensifkan untuk memastikan tidak ada celah bagi penyelundup. Komitmen ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi masyarakat Jayawijaya.
Pemerintah daerah tidak akan pernah berhenti dalam upaya pencegahan peredaran minuman beralkohol. Bupati Murib menyatakan, “Kami tidak akan pernah berhenti untuk mencegah minuman beralkohol beredar di Kabupaten Jayawijaya, karena minuman ini salah satu faktor utama gangguan kriminalitas.”
Advertisement
Advertisement
Larangan miras Jayawijaya ini bukan tanpa alasan kuat, melainkan didasari oleh dampak negatif yang ditimbulkan oleh minuman beralkohol terhadap stabilitas sosial. Minuman keras seringkali menjadi pemicu utama berbagai tindak kriminalitas, mulai dari perkelahian hingga tindakan kekerasan lainnya yang meresahkan masyarakat. Kondisi ini secara langsung mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Jayawijaya.
Stabilitas keamanan yang terganggu akibat peredaran minuman beralkohol memiliki implikasi serius terhadap percepatan pembangunan daerah. Lingkungan yang tidak aman akan menghambat investasi, program-program pembangunan, serta aktivitas ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, menjaga daerah bebas dari miras menjadi krusial untuk kemajuan Jayawijaya.
Bupati Murib menekankan pentingnya keamanan sebagai fondasi pembangunan. “Pembangunan cepat terwujud di Kabupaten Jayawijaya asalkan keamanan terpelihara dengan baik,” katanya. Dengan demikian, upaya penegakan larangan miras adalah bagian integral dari visi pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Advertisement
Advertisement
Pemerintah daerah Kabupaten Jayawijaya terus memperkuat koordinasi dengan aparat TNI-Polri untuk menjaga situasi kamtibmas. Sinergi antara lembaga pemerintah dan aparat keamanan ini menjadi kunci utama dalam menekan angka kriminalitas dan memastikan lingkungan yang aman bagi seluruh warga. Soliditas ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman.
Bupati Murib memastikan bahwa pemerintah daerah dan aparat keamanan di Kabupaten Jayawijaya akan terus solid dalam menjaga stabilitas keamanan. “Kami memastikan pemerintah daerah dan aparat keamanan solid di Kabupaten Jayawijaya untuk sama-sama menjaga stabilitas keamanan di sini,” ujarnya.
Dukungan dari semua komponen masyarakat sangat diharapkan dalam menjaga situasi kamtibmas. Partisipasi aktif warga, mulai dari memberikan informasi hingga menaati peraturan, akan sangat membantu keberhasilan program ini. Dengan kolaborasi yang kuat, percepatan pembangunan di Papua Pegunungan, khususnya Jayawijaya, dapat tercapai secara optimal.
Advertisement
Sumber: AntaraNews