Bukan Tiga, Manajer Sumardji Luruskan Insiden Kartu Merah Timnas Indonesia Lawan Irak: Siapa Saja yang Kena?

Manajer Timnas Indonesia, Sumardji, meluruskan insiden kartu merah Timnas Indonesia saat melawan Irak. Ternyata tidak semua pemain yang disebut terkena sanksi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Bukan Tiga, Manajer Sumardji Luruskan Insiden Kartu Merah Timnas Indonesia Lawan Irak: Siapa Saja yang Kena?
Manajer Timnas Indonesia, Sumardji, meluruskan insiden **kartu merah Timnas Indonesia** saat melawan Irak. Ternyata tidak semua pemain yang disebut terkena sanksi. (AntaraNews)

Manajer Timnas Indonesia, Sumardji, memberikan klarifikasi penting terkait insiden kartu merah yang terjadi setelah pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia melawan Irak. Pertandingan yang berakhir dengan kekalahan tipis 0-1 untuk skuad Garuda di Stadion King Abdullah Sport City, Jeddah, Arab Saudi, sempat diwarnai kabar tiga kartu merah yang diterima Timnas Indonesia.

Setibanya di Indonesia pada Senin, Sumardji secara tegas meluruskan informasi yang beredar sebelumnya. Ia menjelaskan bahwa tidak ada tiga kartu merah yang diberikan kepada timnya, melainkan hanya dua. Klarifikasi ini menjawab kebingungan publik mengenai jumlah pasti pemain dan ofisial yang mendapatkan sanksi.

Insiden tersebut bermula dari protes keras terhadap keputusan wasit Ma Ning yang dinilai kontroversial di menit-menit akhir pertandingan. Protes ini memuncak setelah peluit panjang dibunyikan, yang kemudian berujung pada pemberian sanksi kartu merah kepada beberapa pihak dari kubu Timnas Indonesia.

Fakta Sebenarnya di Balik Kartu Merah Timnas Indonesia

Sumardji secara langsung mengoreksi laporan awal mengenai jumlah kartu merah yang diterima Timnas Indonesia. "Faktanya setelah saya baca yang di kartu merah saya sama Thom, Shayne enggak. Jadi bukan tiga yang di kartu merah, yang di kartu merah dua," tegas Sumardji saat diwawancarai.

Ia menambahkan bahwa dokumen resmi dari Match Commissioner (Matchcom) juga mengonfirmasi hal tersebut. "Saya tanda tangan, itu satu hasil Matchcom, itu satu yang kartu merah saya, yang kedua Thom. Shayne Pattynama enggak," jelasnya, memastikan bahwa hanya dirinya dan Thom Haye yang tercatat menerima kartu merah.

Klarifikasi ini penting untuk meluruskan informasi yang simpang siur dan memastikan publik mendapatkan data yang akurat mengenai insiden pasca-pertandingan tersebut. Keberadaan Thom Haye di daftar penerima kartu merah juga menjadi sorotan, mengingat ia tidak berada di lapangan saat insiden protes terjadi.

Pemicu Protes Keras dan Keputusan Kontroversial Wasit

Sumardji menjelaskan bahwa pemicu utama protes keras dari bangku cadangan Timnas Indonesia adalah serangkaian keputusan wasit Ma Ning yang dianggap merugikan. Salah satu insiden yang disorot adalah terkait Kevin Diks, yang menurut Sumardji seharusnya menguntungkan Timnas Indonesia.

"Ketika wasit meniup peluit itu harusnya menguntungkan timnas Merah Putih. Tetapi faktanya tidak, baik pelanggaran yang dilakukan oleh pemain Irak ke oleh dan juga Kevin Diks. Ada tiga catatan di kami dan menurut saya itu sebenarnya keberuntungan buat Timnas Indonesia. Faktanya tidak," papar Sumardji.

Situasi ini memicu emosi para pemain di bangku cadangan, membuat suasana menjadi panas dan mendorong mereka untuk maju melakukan protes. "Itulah yang membuat di bench para pemain itu panas sehingga semuanya ke depan," tambahnya, menggambarkan ketegangan yang terjadi di akhir laga.

Protes ini kemudian berujung pada tindakan wasit yang berupaya memberikan kartu merah kepada Shayne Pattynama. Namun, Sumardji dengan sigap mencegahnya, bahkan rela menerima sanksi tersebut demi melindungi pemainnya.

Pengorbanan Sumardji dan Konsekuensi Sanksi Kartu Merah

Momen krusial terjadi ketika Shayne Pattynama mendekati wasit untuk meluapkan kekesalannya. "Shayne Pattynama itu mendekati wasit protes marah. Akhirnya wasit mengejar Shayne, begitu mau ngasih kartu merah, langsung tangannya saya dorong supaya tidak jadi, saya proteslah supaya kartu merahnya jangan ke Shayne, biar ke saya aja," ungkap Sumardji.

Tindakan heroik Sumardji ini menunjukkan dedikasinya sebagai manajer tim untuk melindungi para pemainnya dari sanksi. Pengorbanan ini berpotensi memiliki konsekuensi bagi dirinya pribadi, terutama terkait pendampingan tim di pertandingan internasional berikutnya.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan tidak bisa mendampingi tim pada pertandingan bulan November, Sumardji menjawab, "Ya, belum tahu. Nanti kan pasti ada keputusan apakah saya boleh mendampingi. Biasanya satu kali, kayak kemarin waktu saya bareng juga kena satu kali." Hal ini mengindikasikan bahwa ia siap menghadapi sanksi yang mungkin timbul.

Meskipun ada kontroversi wasit, Sumardji menyatakan bahwa pihaknya tidak akan mengajukan protes resmi. "Sudah lah percuma juga, semua sudah selesai. Paitnya kita telan dan itu bentuk protes kami bahwa jangan merendahkan kami," tutupnya, menunjukkan sikap legowo namun tetap menjaga martabat Timnas Indonesia.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi