Bukan Sekadar Kegiatan Sosial, DPR Gelar Khitanan Massal Gratis Sambut Hari Santri Nasional 2025

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI menyelenggarakan Khitanan Massal gratis di Bondowoso, Jawa Timur, sebagai bentuk pengabdian dan peringatan Hari Santri Nasional 2025.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Bukan Sekadar Kegiatan Sosial, DPR Gelar Khitanan Massal Gratis Sambut Hari Santri Nasional 2025
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI menyelenggarakan Khitanan Massal gratis di Bondowoso, Jawa Timur, sebagai bentuk pengabdian dan peringatan Hari Santri Nasional 2025. (AntaraNews)

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh, baru-baru ini menginisiasi dan menggelar kegiatan khitanan massal gratis yang sangat dinanti masyarakat. Acara kemanusiaan ini diselenggarakan secara khusus di Desa Gebang, Kecamatan Tenggarang, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Inisiatif ini merupakan bagian integral dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025 yang akan datang.

Nihayatul Wafiroh menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar program sosial biasa, melainkan sebuah bentuk pengabdian nyata dari wakil rakyat kepada umat. Ia secara konsisten menekankan pentingnya penyediaan layanan kesehatan dasar yang layak dan aman bagi anak-anak. Terutama bagi mereka yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi di wilayah tersebut.

Lebih lanjut, pimpinan komisi yang membidangi sektor kesehatan ini menjelaskan bahwa program khitanan massal ini juga memiliki tujuan edukatif yang lebih luas. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan reproduksi serta kebersihan diri sejak usia dini.

Nihayatul Wafiroh secara lugas menjelaskan bahwa kegiatan khitanan massal ini merupakan manifestasi konkret dari pengabdiannya sebagai wakil rakyat. Ia melihat kesempatan ini sebagai cara efektif untuk melayani masyarakat secara langsung, khususnya dalam aspek krusial seperti kesehatan. Inisiatif ini juga menjadi jembatan untuk mempererat hubungan antara wakil rakyat dan konstituennya di akar rumput.

"Lalu momen Hari Santri Nasional kami maknai dengan pengabdian nyata, yaitu menghadirkan layanan kesehatan dasar yang layak dan aman untuk anak-anak dari keluarga yang membutuhkan," ujarnya dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta pada Jumat (24/10) malam. Pernyataan ini menegaskan bahwa Hari Santri Nasional bukan hanya sekadar perayaan seremonial, tetapi juga momentum penting untuk melakukan aksi sosial yang berdampak nyata.

Melalui program khitanan massal ini, diharapkan anak-anak dari keluarga kurang mampu dapat memperoleh akses layanan kesehatan yang berkualitas. Ini adalah upaya nyata untuk memastikan bahwa hak dasar akan kesehatan dapat terpenuhi secara merata. Kegiatan ini sekaligus memperkuat nilai-nilai kepedulian sosial dan solidaritas di tengah masyarakat.

Selain menjadi bentuk pengabdian, program khitanan massal ini juga dirancang untuk secara signifikan meningkatkan kesadaran kesehatan di kalangan masyarakat. Fokus utamanya adalah pada pentingnya kesehatan reproduksi dan kebersihan diri yang harus ditanamkan sejak usia dini. Edukasi yang terintegrasi dalam kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dan berkelanjutan dalam jangka panjang.

Target utama dari program mulia ini adalah anak-anak yang berusia maksimal 14 tahun. Mereka secara spesifik berasal dari keluarga kurang mampu yang tinggal di wilayah pedesaan Bondowoso dan daerah sekitarnya. Pemilihan target ini menunjukkan perhatian khusus terhadap kelompok masyarakat yang paling rentan dan membutuhkan uluran tangan.

Dalam pelaksanaan kegiatan ini, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI tersebut menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi kepada komunitas Nduk Nik Militans (N2M). Komunitas ini, yang mayoritas anggotanya terdiri dari santri dan tenaga kesehatan, telah secara sukarela dan penuh dedikasi membantu terlaksananya pengabdian masyarakat ini. Kontribusi mereka sangat vital.

"Inilah bentuk nyata kehadiran negara melalui wakil rakyat dan komunitas relawan santri yang bekerja langsung di akar rumput," kata Nihayatul. Kolaborasi erat antara wakil rakyat dan elemen masyarakat sipil seperti N2M ini menunjukkan sinergi yang kuat. Sinergi ini sangat penting untuk mencapai tujuan bersama dalam memberikan pelayanan publik yang efektif dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi