BPBD OKU Sigap Sedot Genangan Banjir di Jalinsum, Waspada Sampah Penyebab Utama

Genangan Banjir OKU di Jalan Lintas Sumatra berhasil disedot personel BPBD OKU setelah hujan deras. Sampah menjadi biang keladi utama, BPBD imbau masyarakat jaga kebersihan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
BPBD OKU Sigap Sedot Genangan Banjir di Jalinsum, Waspada Sampah Penyebab Utama
Genangan Banjir OKU di Jalan Lintas Sumatra berhasil disedot personel BPBD OKU setelah hujan deras. Sampah menjadi biang keladi utama, BPBD imbau masyarakat jaga kebersihan. (AntaraNews)

Personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) bergerak cepat mengatasi genangan banjir. Mereka melakukan penyedotan air di Jalan Lintas Sumatra (Jalinsum) Kelurahan Sukaraya, Kecamatan Baturaja Timur. Tindakan ini diambil menyusul curah hujan tinggi yang melanda wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Kepala BPBD OKU, Januar Efendi, menjelaskan bahwa kawasan Enggano di Kelurahan Sukaraya memang menjadi langganan banjir. Genangan air di lokasi tersebut seringkali sulit surut secara alami tanpa bantuan penyedotan. Oleh karena itu, langkah cepat penanganan sangat diperlukan untuk memastikan kelancaran lalu lintas.

Untuk mempercepat proses, BPBD OKU mengerahkan dua unit mesin pompa berkekuatan 30 horse power (HP). Upaya ini tidak hanya berhasil menguras genangan air, tetapi juga mengangkat banyak sampah yang menyumbat saluran. Penemuan sampah ini mengindikasikan masalah serius yang berkontribusi pada banjir.

Penanganan genangan air di Jalan Lintas Sumatra oleh BPBD OKU menunjukkan respons cepat terhadap dampak cuaca ekstrem. Curah hujan tinggi selama beberapa hari terakhir telah menyebabkan penumpukan air signifikan di area tersebut. Kawasan Enggano, Kelurahan Sukaraya, dikenal sebagai titik rawan banjir yang memerlukan perhatian khusus.

Januar Efendi menekankan pentingnya intervensi cepat karena genangan air di lokasi ini cenderung bertahan lama. Tanpa penyedotan, air akan sulit surut dan berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat serta lalu lintas. Tim BPBD bekerja keras memastikan area tersebut kembali normal secepatnya.

Dengan menggunakan dua mesin pompa berkapasitas 30 HP, proses penyedotan berlangsung efektif dan maksimal. Mesin-mesin ini mampu menguras volume air yang besar dalam waktu singkat. Kecepatan penanganan menjadi kunci untuk meminimalkan dampak banjir.

Hasil dari operasi penyedotan ini tidak hanya mengurangi genangan air, tetapi juga berhasil menarik keluar berbagai jenis sampah. Sampah-sampah tersebut ditemukan menyumbat lubang pipa saluran air. Kondisi ini memperjelas akar masalah recurring banjir di kawasan tersebut.

Penemuan tumpukan sampah selama proses penyedotan menguatkan dugaan BPBD OKU mengenai penyebab utama banjir. Januar Efendi secara tegas menyatakan bahwa sampah rumah tangga kemungkinan besar menjadi biang keladi. Masalah ini menyebabkan banjir di kawasan tersebut tidak pernah usai setiap kali hujan deras melanda.

Kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan memiliki dampak serius terhadap lingkungan perkotaan. Sampah-sampah ini seringkali berakhir di saluran air dan menyebabkan penyumbatan. Akibatnya, aliran air terhambat dan meluap menjadi genangan banjir yang meresahkan.

Penyumbatan saluran air oleh sampah bukan hanya mengurangi kapasitas drainase kota. Ini juga menciptakan kondisi lingkungan yang tidak sehat dan berpotensi menimbulkan berbagai penyakit. Edukasi tentang pengelolaan sampah yang benar menjadi krusial untuk mengatasi masalah ini.

Menanggapi masalah sampah sebagai pemicu banjir, BPBD OKU mengeluarkan imbauan penting kepada seluruh masyarakat. Masyarakat diminta untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama di area saluran air. Tindakan ini sangat vital untuk mencegah penyumbatan yang berujung pada banjir.

Januar Efendi menegaskan bahwa peran aktif masyarakat sangat diperlukan dalam menjaga kebersihan lingkungan. Partisipasi kolektif akan membantu mengantisipasi terjadinya banjir di wilayah perkotaan. Kesadaran akan dampak buruk membuang sampah sembarangan harus terus ditingkatkan.

Menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Dengan tidak membuang sampah ke saluran air, setiap individu berkontribusi pada kelancaran sistem drainase. Ini adalah langkah preventif paling efektif untuk meminimalisir risiko banjir.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi