Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bos travel bagi zakat Rp 50 ribu, ada warga pingsan & minta tolong

Bos travel bagi zakat Rp 50 ribu, ada warga pingsan & minta tolong Pembagian zakat di Surabaya. ©2017 merdeka.com/Mochammad Andriansyah

Merdeka.com - Ribuan warga mengantre zakat mal dari Bos Kaha Tours Travel, Moehamad Aldjoefrie di Jalan Kalimas Madya III, Surabaya, Jawa Timur, Rabu malam (21/6). Pembagian zakat pecahan Rp 50 ribu ini, dilakukan tiap tahun di malam ke 27 Ramadan oleh keluarga Aldjoefrie. Karena diyakini, Lailatul Qadar kerap terjadi pada malam tersebut.

Informasinya, sejak siang, warga sudah berjubel berbaris di gang sepanjang 300 meter di sekitar rumah Aldjoefrie. "Saya tadi datang Ashar. Tapi yang datang sudah banyak. Sudah penuh," kata Muhammad Zaki.

Sementara pembagian zakat, baru dimulai selepas buka puasa dan salat Maghrib. Sekitar 80 personel dari Polsek Semampir dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak, serta dibantu beberapa personel TNI, ikut membantu pengamanan.

Aldjoefrie sendiri yang membagikan zakat mal tersebut dengan dibantu anaknya, Achmad Al Jupri. Zakat dibagi di gerbang pintu masuk gang. Tiap orang menerima Rp 50 ribu.

Sayang, baru berjalan sekitar 45 menit, pembagian zakat mal di wilayah sekitar Makam Sunan Ampel ini terpaksa dihentikan. Sebab, suasana berubah ricuh. Warga yang berjubel sepanjang 300 meter, saling dorong karena sudah tak sabar mendapat Rp 50 ribu dari tangan Aldjoepri dan anaknya.

pembagian zakat di surabaya

Pembagian zakat di Surabaya ©2017 merdeka.com/Mochammad Andriansyah

Saking sesaknya, sebagian warga ada yang terlihat pingsan. Namun, masih bisa diselamatkan keluar area. Beberapa menit kemudian, situasi makin tak terkendali. Barisan paling belakang mendorong maju yang di depan. Sejumlah personel polisi juga terlihat kewalahan.

Bahkan, tampak seorang personel polisi terpaksa harus memukulkan tongkat kayunya ke arah warga yang saling dorong. Tapi tetap tak dindahkan.

Mereka juga berteriak-teriak. Sebagian orangtua juga terlihat megap-megap kehabisan napas karena terjepit kerumunan massa. Dia juga tidak bisa keluar barisan, karena hanya ada satu jalan keluar, yaitu maju ke depan pintu gerbang.

"Haduh, mati ini, mati. Biar gak dapat uang gak apa-apa. Haduh tolong-tolong," teriak seorang warga dengan logat Suroboyoan.

Namun apa daya, jangankan warga yang terjepit kerumunan massa, sejumlah personel polisi yang dibantu TNI juga tak berdaya menghalau massa di belakang yang saling dorong, karena ingin segera mendapat Rp 50 ribu.

Karena tak ingin terjadi sesuatu, melalui megapone-nya, polisi menginformasikan kalau pembagian zakat malam ini ditunda. Meski masih ribuan orang yang belum menerima uang dari pengusaha travel yang juga pemilik Hotel Grand Kalimas ini, sekitar pukul 18.45 WIB, pembagian zakat dihentikan.

pembagian zakat di surabaya

Pembagian zakat di Surabaya ©2017 merdeka.com/Mochammad Andriansyah

"Karena situasi sudah tidak menguntungkan, kami koordinasi dengan panitia penyelenggara untuk menundanya. Ini agar kejadian-kejadian yang tidak kita inginkan, tidak terjadi," terang Kapolsek Semampir, Kompol Nur Suhud.

Sementara informasi dari warga sekitar, pembagian zakat mal yang dilakukan keluarga Aldjoefrie di malam ke 27 Ramadan ini, baru tahun ini tidak kondusif.

"Tahun-tahun sebelumnya, lancar-lancar saja. Tidak ada yang saling berebut dan dorong-dorongan," kata salah seorang warga yang menyayangkan penghentian pembagian zakat, karena masih ribuan orang belum menerima. (mdk/rnd)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP