Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bocah SD itu tak mau lagi menyanyi di kafe

Bocah SD itu tak mau lagi menyanyi di kafe Ilustrasi. merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - S (15), kini memilih berdiam di rumah. Siswi kelas 6 SD yang sebelumnya bekerja sebagai penyanyi di sebuah kafe di kawasan Koja, Jakarta Utara itu malu. Setelah heboh pemberitaan di berbagai media massa, dia bahkan tidak berani muncul.

Sebelumnya, setiap malam dari pukul 21.00 hingga pukul 03.00, S harus tampil di hadapan para pelanggan kafe yang hampir semuanya lelaki dewasa menyanyikan lagu dangdut. Kafe yang terletak di Jalan Raya Cilincing, Jakarta Utara itu hanya berjarak sekitar 500 meter dari rumahnya.

Namun, sejak dua pekan terakhir, S lebih sering melakukan aktivitasnya di rumah pada malam hari dengan membaca buku dan menonton televisi. "Saya udah nggak kerja lagi. Malu soalnya sama teman-teman dan tetangga. Paling kalau malam baca-baca buku sama nonton TV aja," tuturnya saat ditemui merdeka.com di rumahnya, di Kampung Beting, Koja, Jakarta Utara, Jumat (4/5).

Dia mengakui, bekerja sebagai penyanyi adalah keinginannya membantu kedua orang tuanya. Setiap malam, dia bisa mengumpulkan uang Rp 30.000 sampai Rp 50.000 dari tip yang diberikan tamu.

Meski usianya masih di bawah umur, sebagai penyanyi di kafe, S mengaku harus berpenampilan seperti penyanyi dewasa. Apalagi bernyanyi dangdut harus diiringi dengan goyang. "Kalau goyang itu memang kebiasaan saya kalau nyanyi. Tidak ada yang memaksa," tukasnya.

Untunglah, selama menjadi penyanyi di kafe tersebut, S tidak pernah diganggu pria nakal. "Belum pernah sih diganggu sampai yang dicolek-colek gitu," imbuhnya.

Remaja berkulit hitam manis ini lebih lanjut menceritakan keinginannya saat ini ingin serius dalam menempuh dunia pendidikan, dia mengaku jika lulus nanti ingin melanjutkan ke SMP negeri yang berada di dekat rumahnya. Awal pekan depan, S akan menghadapi Ujian Nasional untuk tingkat SD.

"Saat ini penginnya belajar terus, biar nanti bisa masuk SMP negeri. Terus kalo udah gede mau jadi Polwan," ucapnya.

Anak ketiga dari enam bersaudara ini berharap, ke depan pemerintah bisa membantu perekonomian keluarganya. Dia juga berharap agar ada seorang dermawan uang bisa membantu kakaknya dan adik-adiknya untuk mendapatkan pekerjaan dan melanjutkan sekolah kembali.

"Harapannya pemerintah, bisa membantu keluarga saya, terus kakak saya dapat kerjaan, adik saya bisa sekolah, biar masa depannya nggak kayak bapak sama ibu," pungkasnya. (mdk/bal)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP