Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia baru-baru ini menyalurkan dana stimulan signifikan. Bantuan ini ditujukan untuk pembangunan rumah yang mengalami kerusakan ringan hingga sedang pascabencana. Total dana yang disalurkan mencapai Rp369,9 miliar, menyasar ribuan keluarga terdampak.
Penyaluran dana stimulan rumah rusak ini diberikan kepada 17.251 Kepala Keluarga (KK) di tiga provinsi. Provinsi-provinsi tersebut meliputi Aceh, Sumatera Barat, serta Sumatera Utara. Bantuan ini merupakan bagian dari upaya pemulihan pascabencana yang terus digencarkan pemerintah.
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menyampaikan bahwa bantuan ini disalurkan di 25 kabupaten/kota terdampak. Penyaluran perdana dilakukan di Balai Kota Lhokseumawe, Aceh, pada Jumat. Program ini diharapkan dapat mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi.
Advertisement
Advertisement
Dana stimulan yang disalurkan BNPB memiliki besaran bervariasi sesuai tingkat kerusakan. Setiap KK penerima bantuan rumah rusak ringan mendapatkan Rp15 juta. Sementara itu, untuk rumah rusak sedang, setiap KK menerima Rp30 juta. Suharyanto juga menyebutkan masih ada 24 kabupaten/kota lain dalam proses verifikasi. Penyaluran dana untuk wilayah tersebut akan segera dilakukan dalam waktu dekat.
Di Kota Lhokseumawe sendiri, terdapat 23 KK penerima bantuan rumah rusak ringan. Selain itu, 1.178 KK lainnya menerima bantuan untuk rumah rusak sedang. Total bantuan yang mengalir ke Lhokseumawe mencapai Rp35,685 miliar. Hampir 90 persen pengajuan dari Wali Kota Lhokseumawe telah disetujui. Hanya 21 KK yang masih memerlukan verifikasi ulang untuk kemudian segera menerima bantuan.
Proses verifikasi dilakukan secara berjenjang dari tingkat bawah hingga atas. Tim gabungan yang terdiri dari berbagai unsur memeriksa langsung kondisi rumah warga terdampak. Selanjutnya, pengkategorian rumah sebagai rusak ringan atau sedang dilakukan sesuai petunjuk pelaksanaan yang berlaku. Data ini kemudian naik secara berjenjang hingga ke tingkat yang lebih tinggi. Proses ini berjalan lancar tanpa kendala berarti, memastikan bantuan tepat sasaran.
Advertisement
Dana bantuan disalurkan langsung ke rekening bank masing-masing penerima. Pencairan awal dapat dilakukan hingga 80 persen dari total dana yang diterima. Sisa 20 persen dana baru dapat dicairkan setelah ada bukti penggunaan dana sebelumnya untuk perbaikan rumah. Bagi warga yang tidak memenuhi kriteria rusak ringan atau sedang, pemerintah tetap menyediakan skema bantuan lain.
Advertisement
Pemerintah Indonesia terus berupaya mempercepat proses pemulihan pascabencana di wilayah Sumatera. Wilayah tersebut meliputi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (Satgas PRR) berperan aktif dalam upaya ini.
Sebelumnya, BNPB juga telah memberikan bantuan kepada korban rumah rusak berat. Bantuan tersebut melalui skema pembangunan hunian sementara (Huntara) dan pemberian Dana Tunggu Hunian (DTH). Pembangunan Huntara terus berlangsung, bahkan 67 unit sudah siap di Lhokseumawe. Targetnya, sebelum Ramadhan, tidak ada lagi masyarakat yang tinggal di pengungsian.
Untuk hunian tetap (Huntap) di Lhokseumawe, saat ini masih dalam tahap perencanaan dan persiapan. Pembangunan akan segera dimulai, baik melalui relokasi terpusat maupun relokasi mandiri. Selain itu, pemerintah juga memberikan bantuan lain seperti santunan ahli waris dari Kementerian Sosial (Kemensos).
Advertisement
Salah satu penerima bantuan stimulan, Muhammad A Wahab, mengungkapkan rasa syukurnya. Rumahnya di Kecamatan Muara Dua rusak akibat tanah longsor yang menerjang. Setelah verifikasi, rumahnya dinyatakan memenuhi syarat untuk menerima bantuan. "Saya sangat berterima kasih atas bantuan ini. Dana tersebut akan saya gunakan untuk merenovasi bagian belakang rumah yang berdekatan dengan bukit," ujar Muhammad A Wahab.
Sumber: AntaraNews