BNN bekuk bandar dan pengedar sabu dikendalikan narapidana di Jakarta

Senin, 9 Juli 2018 22:00 Reporter : Kirom
BNN bekuk bandar dan pengedar sabu dikendalikan narapidana di Jakarta Bandar dan pengedar narkoba jaringan napi Lapas di Jakarta ditangkap BNN. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Dua pengedar sabu di Serpong, Tangerang Selatan ditangkap petugas BNN Kota Tangerang Selatan. Keduanya memperoleh barang tersebut dari bandar yang merupakan warga binaan Lapas di Jakarta.

Kepala BNN Kota Tangsel AKBP Stince Djonso menerangkan, pengungkapan kasus itu bermula dari tertangkapnya AR (22) seorang kurir yang melakukan transaksi di sekitar Stasiun Serpong, Senin (9/7).

"Dari penangkapan AR kami dapat bandar MA yang menyuplai sabu ke kurir tersebut," kata Stince di Kantor BNNK Tangsel, Jalan Raya Puspiptek, Serpong.

Dari kedua pelaku, petugas berhasil mengamankan 5,29 gram sabu yang dijual eceran dengan jumlah antara 0,5 sampai 1 gram.

"Dijual dalam paket kecil 0,5 sampai 1 gram sesuai pesanan, dengan kisaran harga jual Rp 600 ribu sampai Rp 1,2 juta per satu gram," katanya.

Adapun sejumlah barang bukti lain yang berhasil disita adalah satu timbangan digital, satu plastik klip 4x6 cm, 3 lembar struk transfer rekening dan 3 lembar uang pecahan Rp 100.000.

"Keduanya dijerat pasal 114 ayat 2 subsider ayat 2 jo pasal 132 ayat 1 UU Narkotika nomor 35 tahun 2009, dengan ancaman pidana penjara minimal 6 tahun penjara," ucap Stince.

BNN saat ini masih mengembangkan jaringan peredaran sabu yang dilakukan AM tersebut, dari pengakuannya, AM mendapat paket sabu itu dari seorang warga binaan di Lapas Jakarta.

"Dari napi di Lapas Jakarta, lapas terkenal, tidak bisa kami sebutkan karena masih kami kembangkan," ucap dia.

BNNK Tangsel mengakui tidak mudah membongkar jaringan narkotika, terlebih jika dikendalikan dari dalam Lapas.

"Memang sangat sulit dalam pengembangan ini, karena biasanya mereka terputus," terang Kepala Seksi Pemberantasan BNNK Tangsel AKP Sidabutar di lokasi sama.

Dari pengalaman mengungkap kasus kejahatan peredaran narkotika, hubungan antara kurir, bandar dan pengendali narkotika hanya terjadi melalui handphone yang menggunakan nomor sekali pakai.

"Transaksinya tidak pernah bertemu antarmereka, jadi lewat handphone dan nomornya hanya sekali pakai, langsung bisa dibuang," katanya.

Dia menyebutkan, dari beberapa kali pengungkapan jaringan narkotika yang tertangkap oleh BNNK Tangsel, pengendali jaringan narkotika itu berasal dari dalam Lapas.

"Memang beberapa kali kita ungkap ini berasal dari Lapas. Untuk kasus ini, adalah berasal dari Lapas terkenal di Jakarta," katanya. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini