PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI akan secara resmi menghentikan layanan BNI Internet Banking pada 4 Mei 2026. Keputusan ini menandai berakhirnya era layanan perbankan digital konvensional dari BNI. Langkah strategis ini diambil BNI untuk menghadirkan pengalaman perbankan digital yang lebih terintegrasi dan aman, serta memenuhi kebutuhan nasabah yang terus berkembang pesat.
Transformasi ini merupakan bagian dari komitmen BNI dalam menghadirkan layanan digital yang lebih aman, cepat, dan relevan dengan kebutuhan nasabah saat ini. Nasabah diimbau untuk segera melakukan migrasi ke platform digital terbaru, yaitu wondr by BNI untuk transaksi ritel. Sementara itu, nasabah korporasi dapat beralih ke BNIdirect Bisnis untuk kebutuhan transaksi usaha yang lebih komprehensif.
BNI memastikan proses perpindahan ini akan berjalan lancar dengan mengutamakan kenyamanan dan keamanan transaksi nasabah. Seluruh data dan histori transaksi nasabah dijamin tetap aman sesuai standar keamanan perbankan yang berlaku. Dukungan penuh akan diberikan melalui berbagai kanal layanan BNI.
Advertisement
Advertisement
Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menjelaskan bahwa penutupan BNI Internet Banking adalah bagian dari komitmen perusahaan. Ini untuk menyediakan layanan digital yang lebih relevan, cepat, dan aman bagi seluruh nasabah. Langkah ini diambil untuk menghadirkan layanan perbankan yang lebih terintegrasi, aman, serta sesuai dengan perkembangan kebutuhan nasabah yang semakin mengandalkan layanan digital.
BNI memastikan bahwa proses perpindahan ini akan berjalan lancar dengan mengutamakan kenyamanan dan keamanan transaksi nasabah. Hal ini menunjukkan fokus BNI pada pengalaman pengguna yang mulus dalam bertransaksi digital. Perusahaan juga menjamin seluruh data dan histori transaksi nasabah akan tetap aman.
Keamanan data ini sesuai dengan standar keamanan perbankan yang berlaku saat ini. Transformasi ini juga bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan inovasi dalam layanan perbankan digital. Dengan demikian, BNI berupaya memberikan solusi terbaik bagi nasabahnya.
Advertisement
Advertisement
Penutupan layanan BNI Internet Banking akan dilakukan secara bertahap. BNI akan mulai membatasi akses bagi sebagian nasabah pada 21 April 2026. Ini merupakan langkah awal sebelum penghentian total layanan.
Layanan tersebut kemudian akan dihentikan sepenuhnya pada tanggal 4 Mei 2026. Oleh karena itu, nasabah diharapkan segera mengambil tindakan migrasi. Migrasi adalah kunci agar aktivitas transaksi tetap berjalan tanpa kendala.
Untuk nasabah ritel, migrasi dapat dilakukan dengan mengunduh dan mengaktifkan aplikasi wondr by BNI. Aplikasi ini tersedia di Play Store dan App Store, memudahkan akses bagi pengguna smartphone. Sementara itu, nasabah yang menggunakan rekening giro untuk transaksi bisnis dianjurkan beralih ke BNIdirect Bisnis. Platform ini dirancang khusus untuk mendukung kebutuhan transaksi korporasi secara lebih komprehensif.
Advertisement
Advertisement
Selama masa transisi ini, BNI berkomitmen menyediakan dukungan penuh bagi nasabah. Berbagai kanal layanan telah disiapkan untuk membantu proses migrasi. Ini mencakup layanan pelanggan yang responsif dan informatif.
Nasabah dapat memanfaatkan layanan melalui call center BNI di 150004, mengunjungi kantor cabang terdekat, atau mengakses kanal informasi resmi. Hal ini memastikan tidak ada kendala berarti dalam proses peralihan. BNI ingin memastikan setiap nasabah merasa terbantu.
Okki menambahkan bahwa BNI menyediakan beragam kanal bantuan untuk memastikan proses onboarding wondr by BNI dan BNIdirect Bisnis berjalan tanpa hambatan. Hal ini penting agar aktivitas transaksi nasabah tidak terganggu. Dukungan ini menunjukkan dedikasi BNI terhadap kepuasan nasabah.
Advertisement
Untuk informasi lebih lanjut dan bantuan, nasabah dapat mengunjungi situs web resmi BNI di bni.id/penutupanibank. Mereka juga bisa menghubungi BNI Call di 150004 atau mengakses akun resmi media sosial BNI. Informasi ini akan membantu nasabah memahami proses migrasi dengan lebih baik.
Sumber: AntaraNews