KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

BMKG Bali imbau pelabuhan ditutup sementara karena gelombang tinggi

Rabu, 8 Februari 2017 23:04 Reporter : Gede Nadi Jaya
Surat edaran BMKG Bali. ©2017 Merdeka.com/gede nadi jaya

Merdeka.com - BMKG Bali mengeluarkan surat edaran yang disampaikan kepada otoritas pelabuhan di Bali per 6 Februari lalu. Surat itu meminta dilakukan penutupan sementara untuk semua aktivitas pelayaran.

Penutupan secara total aktivitas pelayaran di beberapa titik di Bali ini dikarenakan munculnya prediksi dari BMKG Bali tentang tingginya gelombang laut yang mencapai 4 meter selama dua hingga tiga hari ke depan. Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III, Maqhi, membenarkan surat edaran tersebut.

"Kita meminta agar seluruh aktivitas pelabuhan ditutup karena gelombang tinggi yang menerjang perairan Bali. Kondisi ini sangat berbahaya bagi aktivitas pelayaran dan keselamatan orang dan barang. Maka kita harapkan seluruh aktivitas di pelabuhan tutup pelayaran," ujarnya di Denpasar, Rabu (8/2).

Dia mengatakan edaran itu mengacu pada rilis yang dikeluarkan BMKG. Gelombang tinggi tersebut akan terjadi mulai dari wilayah Bali selatan, timur, hingga selat Lombok. Kondisi cuaca ini sama sangat berbahaya bagi pelayaran.

Khusus wilayah Bali, penutupan aktivitas pelayaran terjadi di lintasan Pemenang-Gili Matra-Padangbai Amed, Nusa Penida, Nusa Lembongan, Serangan, Pelabuhan Benoa, dan beberapa pelabuhan kecil lainnya seperti Sanur, Kusamba.

"Kami sampaikan kepada pemilik, operator kapal penumpang dan barang untuk tidak berlayar sampai ada pemberitahuan atau edaran selanjutnya," tegasnya.

Secara terpisah, Kepala BMKG Wilayah III Denpasar Gunawan Taufik membenarkan terjadi gelombang tinggi pada perairan wilayah Bali. Gelombang tinggi itu adalah akibat terjadi tekanan rendah di Samudera Hindia sebelah barat Australia sehingga dampaknya sampai di perairan Bali.

"Wilayah perairan Bali bagian selatan semuanya terjadi gelombang tinggi hingga 4 meter. Sangat tidak dianjurkan untuk aktivitas pelayaran. Kita sudah berkoordinasi dengan otoritas pelabuhan agar menutup sementara pelabuhan," ujarnya.

Dari pantauan merdeka.com, pelabuhan kapal Boat untuk wisatawan di Pantai Sanur Denpasar Selatan terlihat justru masih berjalan normal seperti biasanya. Tampak kapal cepat untuk membawa para wisatawan asing maupun lokal menuju Nusa Penida dan Lembongan beraktivitas seperti biasanya.

Staff Syahbadar Pelabuhan Sanur, I Gusti Agus Prio Shudarma, menjelaskan tetapnya berjalan aktivitas pelayaran di Sanur lantaran kondisi cuaca terlihat normal.

"Tidak ada penutupan, itu karena cuaca baik-baik saja. Kalau ada cuaca buruk kita hanya menunda pemberangkatan, sambil kondisi terlihat sudah normal," ungkapnya di temui di Sanur Bali, Rabu (8/2).

Dipastikannya, terhitung sejak awal bulan ini sampai hari ini, baru tiga kali melakukan penundaan pelayaran lantaran cuaca ekstrem.

"Kalau cuaca buruk kita melakukan penundaan, bukan penutupan. Kita tunda paling lama 3 jam karena cuaca buruk. Kita juga selalu berkomunikasi dengan syahbadar Nusa Penida dan Lembongan lewat radio terhadap situasi cuaca yang buruk, namun tetap dasar kita berpatokan pada BMKG," imbuhnya meyakinkan. [lia]

Rekomendasi Pilihan

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.