BKSDA Sumsel buru buaya muara penerkam pemancing ikan

Rabu, 11 Juli 2018 22:35 Reporter : Irwanto
buaya grogol. ©2018 liputan6.com

Merdeka.com - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan masih memburu buaya muara yang menerkam dan menewaskan Alif (18) saat memancing ikan di areal perkebunan sawit di sungai perbatasan Desa Santan Sari dan Desa Pulau Muning, Kecamatan Sembawa, Banyuasin, Sumsel, Minggu (8/7) sore. Konflik buaya dan manusia dampak dari berkurangnya habitat akibat pembangunan.

Kepala BKSDA Sumsel, Genman Hasibuan mengungkapkan, buaya yang menerkam korban cukup besar, diperkirakan berukuran 3-4 meter. Saat ini petugas masih di lapangan untuk menangkap buaya itu.

"Masih kita buru, akan kita evakuasi ke tempat aman," ungkap Genman, Rabu (11/7).

Dia mengatakan, di sungai itu sudah terjadi tiga kali penyerangan biaya terhadap manusia. Hal ini semestinya menjadi kewaspadaan bagi warga yang beraktivitas di situ.

"Biasanya sungai banyak ikan menjadi habitat buaya muara. Masyarakat sudah tahu soal itu, tapi mereka masih tetap mencari ikan walaupun berbahaya," ujarnya.

Menurut dia, timbulnya konflik manusia dan satwa liar pada umumnya karena habitat mereka terganggu. Aktivitas pembangunan membuat tempat hidup mereka semakin sempit.

"Dulu di sungai itu habitat buaya bisa seribu hektare, sekarang hanya tinggal berapa ratus hektare saja. Itu membuat buaya semakin terganggu," kata dia.

"Solusinya sekarang minimal kasih ruang buaya untuk hidup, jangan ganggu habitat buaya," tutupnya. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini