Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

BKSDA Kalbar evakuasi orangutan betina yang terjerat tali tambang

BKSDA Kalbar evakuasi orangutan betina yang terjerat tali tambang orangutan betina di evakuasi BKSDA Kalbar. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Satu individu orangutan (Pongo Pygmaeus) betina berhasil diselamatkan tim gugus tugas evakuasi dan penyelamatan orangutan, dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat. Saat ditemukan, leher orangutan itu terikat tali tambang di leher. Diduga, sebelumnya menjadi peliharaan warga.

Keterangan diperoleh, penyelamatan orangutan yang diperkirakan berusia 4 tahun itu, dilakukan Rabu (30/11) lalu dari areal kebun karet di Dusun Sukber Priangan, Desa Sembelangan, kecamatan Nanga Tayap, kabupaten Ketapang, Kalbar.

"Empat hari sebelumnya, tanggal 26 (November), tim menerima ada individu orangutan di kebun karet milik warga itu," kata Kepala BKSDA Kalimantan Barat, Sustyo Iriono, kepada wartawan di Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (3/12).

Tim penyelamatan kemudian bergegas ke lokasi, mencari tahu keberadaan Orangutan yang dilaporkan itu. "Setelah kita temukan, ternyata masih ada tali tambang yang melilit di lehernya," ujar Sustyo.

"Diduga, satwa itu sebelumnya adalah satwa peliharaan manusia yang terlepas. Saat ditemukan memang masih agresif, masih liar," tambah Sustyo.

orangutan betina di evakuasi bksda kalbar

orangutan betina di evakuasi BKSDA Kalbar ©2016 Merdeka.com

Sebelum menyelamatkan orangutan itu, petugas mengumpulkan keterangan warga yang tinggal di sekitar kebun karet. Namun sayang, warga malah tidak tahu menahu siapa yang memeliharanya sebelumnya.

"Lantas sesuai standar penanganan, tim BKSDA bersama debgan YIARI (Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia) Ketapang, melakukan penyelamatan, dengan menggunakan metode pembiusan satwa, karena orangutan itu liar dan agresif," terang Sustyo.

Tindakan selanjutnya, orangutan itu dititip rawatkan untuk direhabilitasi di area YIARI Ketapang, hingga nantinya bisa dilepasliarkan kembali di habitat aslinya.

"Orangutan ini memang menjadi favorit peliharaan warga, dan Orangutan betina yang diselamatkan ini kita bernama Kokom, sekaligus Orangutan ke-20 yang diselamatkan sejak awal 2016 lalu," demikian Sustyo.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP