Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Komisaris Jenderal, Syafruddin menggelar pertemuan dengan Imam Masjidil Haram, Syekh Hasan Abdul Hamid Bukhari, Rabu (4/7).
Dalam pertemuan itu, Syafruddin bercerita jumlah masjid yang tersebar di Indonesia. Dia mendata totalnya mencapai 800 Masjid. Itu belum final.
"Jumlah Masjid di Indonesia setidaknya ada 800 ribu. Tapi masih banyak yang sudah dibangun dan dipakai oleh para jemaah belum terdata. Saya yakin jumlah masjid di Indonesia sudah 1 juta," kata dia, Rabu (4/7).
"Itu lah yang kami urus di Dewan Masjid Indonesia (DMI). Perlu diketahui DMI merupakan induk dari organisasi islam yang mengurus Masjid," dia menambahkan.
Dia menjelaskan, Masjid di Indonesia sebagian besar dibangun oleh masyarakat. Hanya sedikit yang dibangun oleh pemerintah. Misalnya Masjid Istiqlal.
"Masjid yang jumlahnya banyak tersebut tidak dibangun oleh pemerintah. 90 persen masjid dibangun oleh masyarakat. Mereka yang mengelolanya sendiri," ungkap dia.
Tidak ada kegiatan radikal di Masjid
Dalam kesempatan itu pula, Syafruddin menegaskan, Masjid steril dari kegiatan radikal. "Saya tekankan tidak ada kegiatan radikal di masjid. Masjid itu suci, tidak ada (kegiatan radikal)," ujar dia.
"Seluruh masjid dan musala tetap terjaga kesuciannya. Kami jamin kepada pemerintah dan negara bahwa masjid tetap pada kesuciannya sebagai rumah Allah SWT," dia menandaskan.
Sementara itu Syekh Hasan Abdul Hamid Bukhari, mengaku tak kaget ihwal banyaknya masjid di Indonesia.
"Saya tidak heran (Jumlah masjid yang disampaikan oleh Jendral) karena Indonesia yang penduduk muslimnya sangat besar memang pantas," ujar dia.
"Namun di satu sisi ini menjadi berita gembira. Dari jumlah yang disampaikan adanya perkembangan islam. Insya Allah negeri ini selalu diberikan keamanan," katanya.
Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber: Liputan6.com