Beredar Ribuan Kalender Prabowo-Sandi Berlogo Pemkab Sukoharjo
Merdeka.com - Ribuan kalender dengan foto pasangan Prabowo Subianto -Sandiaga Uno beredar di sejumlah wilayah di Kabupaten Sukoharjo. Peredaran kalender tersebut menjadi polemik karena pada bagian pojok kiri terdapat logo Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo.
Ketua Bawaslu Sukoharjo, Bambang Muryanto membenarkan adanya temuan kalender pasangan nomor urut 02 tersebut. Menurutnya, kalender ditemukan di sejumlah titik sejak pekan lalu. Sabtu pekan lalu, pihaknya menemukan pembagian kalender saat kegiatan di sebuah warung di wilayah Kecamatan Grogol.
"Kalender dibagikan pada waktu acara kampanye 02 pekan lalu. Kemudian kami sita 3.500 lembar agar tidak disebarkan," ujar Bambang, Senin (25/3).
Menurut keterangan relawan yang membagikan, lanjut Bambang, ia hanya membagikan saja. Sedangkan kalender didapatkan dari pihak lainnya.
"Kami akan mendalami penemuan penyebaran kalender ini. Saat kampanye pekan lalu, katanya mereka hanya memperoleh dari pihak lain. Itu juga akan kita dalami dari mana asalnya," jelasnya.
Bambang menegaskan, ribuan kalender tersebut disita karena dugaan keterlibatan pemerintah daerah dalam kampanye. Padahal menurut peraturan yang ada, pemerintah dilarang ikut dukung mendukung peserta pemilu.
Namun pihaknya terlebih dulu akan mengklarifikasi ke Sekda Sukoharjo terkait keterlibatan Pemkab setempat. Kemudian juga akan dijelaskan apakah pemda ikut pendanaan pembuatan kalender.
"Untuk kajian hukumnya, pada tahap awal kami akan mengklarifikasi masalah penggunaan lambang daerah kepada pedagang," katanya.
Kemudian, lanjut dia, bisa saja dipertimbangkan untuk dikenakan UU Pemda atau UU Pemilu. Namun ia memastikan jika benar ada dana dari pemda, hal tersebut jelas menyalahi aturan.
Ketua DPD PAN Sukoharjo, Sunoto menyangkal jika kalender tersebut produk dari tim pemenangan Prabowo-sandi. Pihaknya tidak pernah mencetak kalender seperti itu.
"Kami masih menginvestigasi secara internal. Dari parpol koalisi sudah saya konfirmasi, tidak ada yang merasa membuat," tandasnya.
Sedangkan jika dari relawan, pihaknya masih akan mencari tahu. Apalagi banyak relawan yang tidak terdaftar. Sunoto menduga kalender tersebut dicetak oleh pihak yang tidak senang terhadap pasangan 02. Kemudian diedarkan secara masif di berbagai tempat.
"Kalau menurut saya, bisa saja dari pihak yang tidak suka dengan kami, pihak yang ingin memanaskan suasana. Kalau dari tim tidak mungkin, karena jelas melanggar aturan," pungkas Sunoto.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya