Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Belasan Anak SMA Dicokok Usai Terlibat Tawuran di Pondok Aren, Ini Peran Para Pelaku<br>

Belasan Anak SMA Dicokok Usai Terlibat Tawuran di Pondok Aren, Ini Peran Para Pelaku

Peristiwa ini menyebabkan salah satu peserta tawuran luka-luka.


Sebanyak 12 remaja ditangkap Polsek Pondok Aren setelah melakukan tawuran kawasan Pondok Aren, Minggu dini hari (26/11) lalu. Peristiwa itu menyebabkan Rifqi (19), peserta tawuran mengalami luka sobek di kepala, lengan dan jarinya.

Kapolsek Pondok Aren, Kompol Bambang Askar Sodiq menegaskan 12 remaja yang ditangkap berinisial MFA (15), SB (15), DRK (14), MF (15), RRP (15), MRA (16), FJS (15), MF (15), TR (16), RNA (15), DTR (16), BC (15). Semuanya berstatus pelajar SMA.

" loading="lazy">

"Pelaku ada dua belas orang, rata-rata masih kelas satu SMA," ungkap Kapolsek Pondok Aren, Kompol Bambang Askar, Selasa (28/11/2023).

Dijelaskannya, mereka terdiri dari beberapa kelompok geng Balepoy, enam orang kelompok Rumtul, satu orang kelompok Warmad 21.

"Satu orang tidak tergabung ke dalam kelompok tersebut, diamankan karena membuat status di WA," ungkap Bambang.

Peran Para Pelaku

Kapolsek mengungkapkan 12 anak pelaku tawuran dalam kejadian itu memiliki peran masing-masing. Seperti yang dilakukan MFA (15), yang merupakan admin salah satu kelompok yang diduga terlibat tawuran.

"MFA berperan sebagai admin Instagram Rumtul 23 untuk mengajak rekan-rekannya melakukan tawuran dan membawa senjata tajam jenis celurit. Kelompok Rumtul," terang Kapolsek

Sementara pelaku SB merupakan Kelompok Balepoy. DRK berperan menyediakan rumahnya untuk dijadikan tempat penyimpanan senjata tajam untuk kelompok Balepoy dan Rumtul.

"MF berperan mengendarai sepeda motor atau joki kelompok Rumtul. RRP rumahnya dijadikan tempat berkumpul sebelum tawuran dan sesudah tawuran,” jelas Kapolsek.

Kemudian pelaku TR dan FJS yang berperan membawa beberapa benda tumpul stik golf dan pelaku MRA yang membawa senjata tajam jenis celurit.

Kemudian ada DTR dan BC yang memposting penganiayaan terhadap korban di sosial media dan status WA.

"BC berperan membuat status WA pada saat korban dikeroyok. Tidak ada di TKP dan tidak tergabung dalam kelompok yang melakukan tawuran," ungkap Bambang.

Saat ini unit Reskrim Polsek Pondok Aren, masih melakukan pengejaran terhadap pelaku utama dalam tindak pidana penganiayaanitu termasuk mereka yang telah ditetapkan dalam DPO.

"Kami masih memburu pelaku utama kejadian tawuran yang menyebabkan korban dan pelaku tawuran terluka parah. Mereka semua dalam kasus tawuran menjadi korban dan pelaku," ucap Kapolsek.

Sebagai informasi peristiwa tawuran yang melukai Rifqi itu terjadi di kawasan Pondok Aren, Minggu dinihari (26/11) sekira pukul 04.00 WIB.

"Korban mengalami luka bacok di kepala diduga akibat tawuran. Kemudian korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Sari Asih Ciledug," tegas Kompol Bambang Askar.

Belasan Anak SMA Dicokok Usai Terlibat Tawuran di Pondok Aren, Ini Peran Para Pelaku

Artikel ini ditulis oleh
LIa Harahap

Editor LIa Harahap

Para pelaku masih berstatus pelajar.

Topik Terkait

Reporter
  • Kirom
Jadi Tersangka Korupsi Pengadaan Lahan di Jateng, Eks Dirut dan Mantan Manajer Anak Usaha Pelindo Ditahan
Jadi Tersangka Korupsi Pengadaan Lahan di Jateng, Eks Dirut dan Mantan Manajer Anak Usaha Pelindo Ditahan

Tersangka lainnya, yang seorang mitra perusahaan, juga sudah dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Baca Selengkapnya icon-hand
Momen Bintang 3 Polri Tepok Dada Aipda Ambarita lalu Diberi Wejangan, Anak Buah: Siap Jenderal!
Momen Bintang 3 Polri Tepok Dada Aipda Ambarita lalu Diberi Wejangan, Anak Buah: Siap Jenderal!

Ada perlakuan mencuri perhatian yang dilakukan oleh sang jenderal bintang 3 kepada Aipda Ambarita saat memberi wejangan.

Baca Selengkapnya icon-hand
Buntut Tawuran Pelajar di Patebon Kendal, Satu Pelaku Ditetapkan Tersangka
Buntut Tawuran Pelajar di Patebon Kendal, Satu Pelaku Ditetapkan Tersangka

Akibat tawuran satu orang alami luka bacok di bagian punggung.

Baca Selengkapnya icon-hand
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Begini Jawaban Kapolres Bitung Ditanya Penyebab Bentrok Dua Ormas
Begini Jawaban Kapolres Bitung Ditanya Penyebab Bentrok Dua Ormas

Sebelumnya, tujuh orang ditetapkan dan ditahan jadi tersangka buntut bentrok di Bitung, Sulawesi Sulut.

Baca Selengkapnya icon-hand
Pesan Jaksa Agung ke Anak Buah: Jaga Netralitas dan Tak Coreng Marwah Kejaksaan dengan Memihak Paslon di Pemilu
Pesan Jaksa Agung ke Anak Buah: Jaga Netralitas dan Tak Coreng Marwah Kejaksaan dengan Memihak Paslon di Pemilu

Hal itu dikatakan Burhanuddin dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (16/11).

Baca Selengkapnya icon-hand
Ikut Diklat Pecinta Alam di Lereng Gunung Argopuro, Mahasiswi FT Unej Meninggal Dunia
Ikut Diklat Pecinta Alam di Lereng Gunung Argopuro, Mahasiswi FT Unej Meninggal Dunia

Sejauh ini, dari pemeriksaan luar tubuh korban, tidak ditemukan tanda-tanda adanya kekerasan.

Baca Selengkapnya icon-hand
4 Pemabuk Berulah, Ancam Warga Pakai Senjata Tajam
4 Pemabuk Berulah, Ancam Warga Pakai Senjata Tajam

Para pelaku melakukan pengancaman terhadap warga dan merusak pos karcis.

Baca Selengkapnya icon-hand
Sosok Panglima Kodam Bukit Barisan Pertama Ini Ikut Pemberontakan PRRI, Berujung Dicopot dari Jabatan
Sosok Panglima Kodam Bukit Barisan Pertama Ini Ikut Pemberontakan PRRI, Berujung Dicopot dari Jabatan

Ia terlibat dalam perlawanan kebijakan pemerintah lalu bergabung dengan PRRI.

Baca Selengkapnya icon-hand
Jadi Anak Perempuan Satu-satunya, Ini Potret Kedekatan Mutiara Baswedan dan Anies Baswedan sejak Kecil hingga Kini
Jadi Anak Perempuan Satu-satunya, Ini Potret Kedekatan Mutiara Baswedan dan Anies Baswedan sejak Kecil hingga Kini

Curi perhatian, ini potret kedekatan Mutiara Baswedan dan ayahnya sejak kecil hingga kini.

Baca Selengkapnya icon-hand