Bekasi jadi Daerah Penyebaran Narkoba Paling Banyak di Wilayah Hukum Polda Metro Jaya

Polisi menyatakan, Bekasi menjadi daerah penyebaran narkoba paling banyak di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Ady Anugrahadi
Oleh Ady Anugrahadi - Reporter
Bekasi jadi Daerah Penyebaran Narkoba Paling Banyak di Wilayah Hukum Polda Metro Jaya
Kepala BNN RI Marthinus Hukom bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi memperlihatkan barang bukti kasus narkoba di Kantor Pusat Bea Cukai, Jakarta Timur, Senin (23/6/2025). (©Merdeka.com/Arie Basuki)

Polisi menyatakan, Bekasi menjadi daerah penyebaran narkoba paling banyak di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Data tersebut diambil selama kurun waktu dua bulan terakhir.

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Ahmad David mengatakan tidak ada satu pun wilayah di Jakarta dan sekitarnya yang luput dari penyalahgunaan narkoba, khususnya Bekasi.

“Di wilayah Jakarta ini tidak ada yang tidak tersentuh oleh para pengguna maupun pengedar. Semua sudah terjangkau kegiatan ini. Namun dalam hal ini perlu kami sampaikan bahwa terbanyak pengungkapan ini di wilayah Bekasi," kata Ahmad David saat konferensi pers, Kamis (26/6).

Dia menjelaskan Bekasi kini jadi jalur utama para pengedar dari Sumatra yang ingin masuk ke Jakarta. Narkoba dari luar negeri, khususnya dari Malaysia, banyak diselundupkan lewat perairan Sumatra, kerap masuk lewat Medan, Riau, dan Aceh, lalu dilanjutkan jalur darat ke Bekasi.

"Memang wilayah Bekasi ini kami fokus di situ untuk menyetop peredaran yang ada dari Sumatera," ujar dia.

Atas dari itulah, polisi memperketat penjagaan di Bakauheni Merak hingga Bekasi. "Sehingga kami melakukan penyekatan itu baik di Bakauheni, di Merak maupun di wilayah Bekasi. Sehingga banyak yang kami ungkap di wilayah Bekasi," ucap dia.

Di sisi lain, David mengungkap 60 persen pengguna narkoba yang diamankan berusia produktif 18–60 tahun.

"Sekali lagi penyelaguna ini adalah usia produktif. 60% dari mereka merupakan penyalahguna narkoba dalam hal ini usia," ucap dia.

Polda Metro terus gencar melakukan sosialisasi lewat program edukasi seperti Ngopi Kampipas, kegiatan P4GN, hingga konten media sosial dan videotron.

"Makanya semua langkah upaya kita lakukan baik preventif-preventif. Itu semua kita lakukan," tandas dia.

Rekomendasi