Begini suasana mencekam penyanderaan ibu dan anak dalam angkot

Senin, 10 April 2017 14:54 Reporter : Rendi Perdana
Begini suasana mencekam penyanderaan ibu dan anak dalam angkot Isnawati. ©2017 Merdeka.com/Rendi Perdana

Merdeka.com - Kejahatan di dalam angkot kembali terulang, kali ini terjadi di kawasan Buaran, Jakarta Timur. Pelakunya menyandera seorang ibu dan anak menggunakan senjata tajam pada Minggu (9/4) kemarin.

Perampokan terjadi di mobil angkutan umum T.25 jurusan Terminal Pulogebang - Rawamangun. Isnawati (40) korban perampokan di dalam angkot itu panik dan takut dengan kejadian tersebut.

"Di angkot itu penumpangnya cuma empat orang, saya, ibu yang bawa anak, dan ada lansia perempuan duduk di depan. Pencopet itu naik dari Prapatan 1, langsung duduk di pojok belakang sebelah ibu-ibu yang membawa anak," imbuh Isnawati kepada merdeka.com, Senin (4/10).

Dia melanjutkan tidak lama, pencopet itu langsung melancarkan aksinya dengan menodongkan pisau ke leher ibu yang membawa anak. "Saya dan ibu yang jadi sanderaannya langsung diminta handphone. Dia terus mepet saya sambil menyuruh korban sanderaannya duduk di bawah kursi angkot," tambahnya.

Menurutnya tidak hanya itu, setelah minta handphone pelaku meminta uang dan perhiasan yang digunakan Isnawati. "Sontak saya lawan, katanya cuma minta handphone, sudah enggak usah minta yang lain sekarang lepasin itu ibu dan anaknya. Semakin dilawan perampoknya itu semakin ganas perlakuannya. Dia mengancam akan membunuh ibu yang disanderanya itu dengan pisau di tangannya," ujar Isnawati.

Tidak lama kejadian penodongan tersebut mobil yang mereka tumpangi berhenti di lampu merah Buaran, melihat sang perampok lengah Isnawati pun langsung kabur turun dari angkot dan segera meminta pertolongan kepada warga sekitar.

"Saya lompat turun, sampai baju saya robek saat kejadian, saya teriak sekencang mungkin memberitahu di dalam angkot tersebut ada perampok yang menyandera seorang ibu dan anaknya," tambahnya.

Isnawati menambahkan, saat lampu merah sopir angkot juga langsung kabur melarikan diri meninggalkan angkotnya akibat takut dengan kejadian tersebut. "Iya sopir dan lansia yang duduk di depan tadi juga langsung kabur pas lampu merah itu," imbuhnya.

Setelah mendengar teriakan Isnawati minta tolong, warga sekitar pun meresponsnya dengan cara mendekati angkot tersebut sambil berusaha negosiasi untuk menyelamatkan ibu dengan anak yang ada di dalam angkot tersebut.

"Pelaku malah semakin beringas, dia terus mengancam akan membunuh korbannya sambil mengalungkan pisau di leher ibu itu," ungkap dia.

Menurut Isnawati tidak lama kemudian ada anggota ke polisian yang sedang melintas di tempat kejadian tersebut. " Polisi itu langsung menolong dengan negosiasi sama pelaku, tapi tak diindahkan malah terus berteriak dan mengancam akan membunuh korban sanderaannya," pungkasnya.

"Setelah negosiasi yang cukup lama sekitar satu jam, akhirnya ada polisi lain yang tidak berseragam menembak lengan pelaku. Dengan kondisi tersebut polisi dan warga pun sontak menolong korban sandera pelaku dan langsung menggiring ke mobil kepolisian guna mendapat pertolongan pertama ke Rumah Sakit Islam Pondok Kopi," katanya.

Isnawati pun mengaku langsung dibawa ke Kepolisian Sektor Duren Sawit guna dimintai keterangan dan menjelaskan kronologisnya. "Handphone saya yang diminta pencopet tadi pun diamankan pihak kepolisian untuk dijadikan barang bukti," tegasnya.

Pelaku penodongan ini langsung dilarikan ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati guna mendapat pertolongan pertama. Sementara, identitas pelaku diketahui bernama Hermawan, berasal dari Kebumen Jawa Tengah.

[ded]

Topik berita Terkait:
  1. Aksi Penyanderaan
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini