Ulah komplotan begal kian marah dan meresahkan warga Sumatera Selatan. Cegah korban semakin banyak, Polresta Palembang membentuk tim antibandit.Tim ini berjumlah 13 personel pilihan yang diberikan tugas menindak tegas pelaku.
Kapolresta Palembang, AKBP Wahyu Bintono Hari Bawono, mengungkapkan, pembentukan tim tersebut lantaran aksi begal makin merajalela dan tak jarang melukai serta membunuh korbannya."Begal jadi perhatian bagi kita, diperlukan tim khusus untuk menindaknya. Tim ini hanya berjumlah 13 personel, tapi memang pilihan," ungkap Wahyu, Jumat (16/12).Dijelaskannya, tim antibegal bertugas mencari, menangkap, menindak pelaku begal. Jika terjadi perlawanan dan membahayakan, petugas diberikan wewenang untuk menembak."Tembak di tempat tanpa ampun, siapapun itu pelakunya. Tim ini kita kerahkan tak berbatas, selagi masih ada begal masih ditugaskan," ujarnya.Selain mengincar para pelaku, tim juga akan mencari para penadah hasil kejahatan dan mengungkap daerah yang rawan terjadi begal atau sarang begal."Ini ada aktor intelektual, kita buru juga," kata dia.Menurut dia, berdasarkan catatan selama satu tahun terakhir, terdapat 5.803 kasus tindak pidana kejahatan di Palembang. Dari jumlah itu, 3.426 kasus atau 60 persen berhasil diungkap. Beberapa hari terakhir, Polresta Palembang menciduk 18 pelaku begal yang beraksi di beberapa tempat."Dari sebanyak itu, ada 277 kasus begal, angkanya masih tinggi dan harus menjadi prioritas," pungkasnya.
Begal makin merajalela, Polresta Palembang bentuk tim antibandit
Begal makin merajalela, Polresta Palembang bentuk tim antibandit. Tim antibegal bertugas mencari, menangkap, menindak pelaku begal. Jika terjadi perlawanan dan membahayakan, petugas diberikan wewenang untuk menembak. Tim juga mencari para penadah hasil kejahatan dan mengungkap daerah yang rawan terjadi begal.
Advertisement
Rekomendasi