Baznas RI Bangun Tujuh Kelas Darurat untuk Pendidikan Anak Palestina di Gaza Utara
Baznas RI menginisiasi pembangunan tujuh tenda kelas darurat di Gaza Utara, Palestina, memastikan akses pendidikan tetap terjaga bagi anak-anak terdampak krisis kemanusiaan.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI telah membangun tujuh tenda kelas darurat di wilayah Beit Lahia, Gaza Utara, Palestina. Inisiatif ini bertujuan mendukung kegiatan pendidikan bagi anak-anak yang terdampak krisis kemanusiaan di wilayah tersebut. Kehadiran fasilitas ini menjadi harapan baru di tengah situasi yang penuh tantangan.
Ketua Baznas RI, Sodik Mudjahid, menegaskan pentingnya menjaga akses pendidikan bagi anak-anak, bahkan dalam kondisi darurat sekalipun. Tenda kelas darurat ini diharapkan dapat membantu mereka melanjutkan proses belajar mengajar. Program ini juga menjadi bagian dari upaya memberikan dukungan psikososial.
Pembangunan kelas darurat ini merupakan wujud nyata komitmen Baznas RI dalam pemulihan kehidupan masyarakat Palestina. Langkah ini didukung penuh oleh masyarakat Indonesia yang menyalurkan bantuannya melalui Baznas.
Pentingnya Akses Pendidikan di Tengah Krisis Gaza
Krisis kemanusiaan yang berkepanjangan di Gaza telah berdampak signifikan pada berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan anak-anak. Banyak fasilitas pendidikan hancur atau tidak dapat diakses, menyebabkan ribuan anak kehilangan kesempatan belajar. Baznas RI hadir untuk mengatasi permasalahan krusial ini.
Sodik Mudjahid menyatakan bahwa akses pendidikan harus tetap menjadi prioritas utama, meskipun di tengah kondisi darurat. "Kami ingin anak-anak di Gaza tetap memiliki ruang belajar yang aman dan layak," ujarnya. Tenda kelas darurat ini diharapkan membantu mereka melanjutkan kegiatan belajar.
Selain sebagai sarana belajar, fasilitas ini juga dirancang untuk memberikan dukungan psikososial. Anak-anak yang mengalami trauma akibat konflik membutuhkan lingkungan yang stabil. Ruang belajar yang nyaman dapat membantu memulihkan semangat mereka.
Fasilitas Lengkap dan Dampak Positif bagi Siswa
Tujuh tenda kelas darurat yang dibangun Baznas RI dilengkapi dengan fasilitas memadai. Ruang belajar sementara ini dilengkapi dengan meja dan kursi. Hal ini bertujuan agar anak-anak dapat mengikuti kegiatan belajar dengan lebih nyaman dan efektif.
Fasilitas kelas darurat di Beit Lahia ini dirancang untuk menampung sekitar 100 anak. Mereka akan terbagi ke dalam dua sesi belajar setiap harinya. Setiap sesi diikuti oleh sekitar 45 hingga 50 siswa, memastikan rasio guru-murid yang optimal.
Kebahagiaan atas fasilitas baru ini dirasakan langsung oleh salah satu penerima manfaat, Zeina Al Motawaq (8). Siswa sekolah dasar ini menceritakan kesulitan belajar sebelumnya. "Kami dulu sangat kesulitan. Kami duduk di lantai saat menulis, sampai-sampai punggung kami terasa sakit," ungkap Zeina.
Zeina Al Motawaq menyampaikan rasa syukurnya atas bantuan yang diberikan. "Kami sangat bersyukur sekarang sudah ada meja dan kursi yang disediakan di kelas baru ini. Terima kasih banyak masyarakat Indonesia, terima kasih Baznas," katanya.
Komitmen Kemanusiaan Baznas dan Dukungan Masyarakat Indonesia
Ketua Baznas RI, Sodik Mudjahid, menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan berbagai pihak. Ia mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto yang terus memberikan dorongan dan kepercayaan. Hal ini memungkinkan Baznas melaksanakan program kemanusiaan penting ini.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh masyarakat Indonesia. Bantuan yang telah disalurkan melalui Baznas sangat berarti. Kontribusi ini memungkinkan berbagai program kemanusiaan terus dihadirkan bagi saudara-saudara di Palestina.
Selain pembangunan kelas darurat, Baznas juga menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan lainnya. Bantuan tersebut mencakup paket pangan, hidangan berbuka puasa, serta layanan kesehatan. Distribusi air bersih, pakaian, dan selimut juga menjadi fokus utama.
Baznas turut membangun berbagai fasilitas darurat lainnya di Palestina. Ini termasuk tenda pemukiman, tenda rumah, dan tenda masjid. Upaya komprehensif ini menunjukkan kepedulian Baznas terhadap kondisi masyarakat Gaza.
Sumber: AntaraNews