Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menunjukkan komitmen kuat dalam upaya mengurangi sampah plastik, khususnya yang mencemari lingkungan laut dan sungai. Dukungan ini diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam gerakan "Run For Rivers" yang diinisiasi oleh Non-Government Organization (NGO) Sungai Watch. Aksi kolaboratif ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan bagi masyarakat Banyuwangi dan sekitarnya.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyampaikan apresiasi mendalam atas kerja sama yang terjalin dengan Sungai Watch selama ini. Banyuwangi menjadi salah satu daerah penting yang dilalui dalam rangkaian kegiatan "Run For Rivers" yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Gerakan ini tidak hanya fokus pada lari, tetapi juga aksi bersih-bersih sungai secara langsung.
Kegiatan "Run For Rivers" dimulai pada 4 April 2026 dari Bali dan direncanakan akan berakhir di Jakarta pada Mei 2026 mendatang. Di setiap daerah yang dilalui, tim Sungai Watch bersama masyarakat lokal melakukan pembersihan dan pemetaan titik-titik rawan pencemaran. Hal ini dilakukan untuk mengidentifikasi lokasi pembuangan sampah ilegal dan open dumping yang menjadi masalah serius.
Advertisement
Advertisement
Banyuwangi Perkuat Upaya Kurangi Sampah Plastik Bersama Sungai Watch
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi secara tegas mendukung gerakan "Run For Rivers" sebagai bagian dari agenda lingkungan daerah. Bupati Ipuk Fiestiandani mengucapkan terima kasih atas kontribusi signifikan Sungai Watch dalam penanganan sampah di Banyuwangi. Kolaborasi ini menjadi contoh nyata sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi non-pemerintah untuk mengatasi isu lingkungan.
Saat melintasi wilayah Banyuwangi, tim "Run For Rivers" melakukan aksi bersih-bersih sungai di Kecamatan Kalipuro dan Wongsorejo. Puluhan elemen masyarakat turut serta dalam kegiatan ini, menunjukkan antusiasme tinggi untuk menjaga kebersihan lingkungan. Partisipasi aktif warga menjadi kunci keberhasilan program pengurangan sampah plastik.
Hingga tahun 2025, Sungai Watch telah memberikan dampak nyata di Banyuwangi dengan memasang 80 barrier atau jaring sampah di berbagai sungai. Upaya ini berhasil membersihkan sampah plastik hingga mencapai 1.000 ton dari aliran sungai. Angka ini menunjukkan skala masalah sampah yang dihadapi dan efektivitas intervensi yang dilakukan.
Advertisement
Advertisement
Inovasi dan Edukasi untuk Solusi Sampah Berkelanjutan
Selain pemasangan jaring sampah, Sungai Watch juga mendirikan gudang pemilahan dan pencacahan sampah plastik di tiga kecamatan vital. Gudang-gudang ini berlokasi di Giri, Rogojampi, dan Bangorejo, berfungsi sebagai pusat pengelolaan sampah yang lebih terstruktur. Fasilitas ini mendukung proses daur ulang dan mengurangi volume sampah yang berakhir di TPA.
Aspek edukasi juga menjadi fokus utama Sungai Watch dalam upaya kurangi sampah plastik. Organisasi ini secara aktif memberikan sosialisasi dan pelatihan tentang pemilahan sampah kepada para pelajar. Program edukasi ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini dan membentuk kebiasaan baik dalam pengelolaan sampah di masa depan.
Founder Sungai Watch, Gary Bencheghib, menjelaskan bahwa selama perjalanan "Run For Rivers", timnya melakukan pemetaan komprehensif terhadap titik-titik rawan pencemaran. Data yang terkumpul dari lokasi pembuangan sampah ilegal dan open dumping akan menjadi dasar penting. Informasi ini akan digunakan untuk merumuskan langkah penanganan yang lebih efektif dan terukur di masa mendatang.
Advertisement
Tim "Run For Rivers" juga berencana bertemu dengan berbagai stakeholder di setiap rute yang dilalui. Pertemuan ini bertujuan untuk membahas potensi solusi yang dapat ditingkatkan (scale up) dalam mengatasi permasalahan sampah di wilayah tersebut. Pendekatan kolaboratif ini diharapkan dapat menghasilkan strategi penanganan sampah yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews