Jalur pantai utara (pantura) di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mengalami kelumpuhan total pada Rabu malam setelah diterjang banjir luapan air sungai. Banjir tersebut membawa serta material batu dan pasir dalam jumlah besar yang menutupi akses jalan utama.
Peristiwa ini terjadi di Dusun Kembangsambi, Desa Pasir Putih, Kecamatan Bungatan, sekitar pukul 19.30 WIB. Akibatnya, arus lalu lintas yang menghubungkan Pulau Jawa dan Bali terhenti, menyebabkan antrean panjang kendaraan.
Koordinator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Situbondo, Puriyono, mengonfirmasi bahwa banjir ini disebabkan oleh jebolnya tanggul aliran sungai. Kondisi ini serupa dengan kejadian di tahun-tahun sebelumnya, menandakan adanya masalah struktural yang perlu penanganan serius.
Advertisement
Advertisement
Hujan deras mengguyur wilayah Situbondo sejak Rabu sore, memicu peningkatan debit air sungai secara signifikan. Curah hujan yang tinggi ini menjadi faktor utama jebolnya tanggul aliran sungai yang berasal dari pegunungan.
Material batu dan pasir yang terbawa arus deras kemudian tumpah ruah ke badan jalan, secara efektif memblokir akses Jalur Pantura Situbondo. Hingga pukul 21.00 WIB, jalan raya belum dapat dilalui oleh kendaraan dari kedua arah.
Kelumpuhan jalur ini berdampak besar pada distribusi logistik dan perjalanan antarprovinsi. Pengguna jalan diimbau untuk tidak memaksakan diri melintas area terdampak demi keselamatan bersama.
Advertisement
Advertisement
Merespons kondisi darurat ini, BPBD Kabupaten Situbondo segera mengambil langkah-langkah penanganan awal. Tim di lapangan berkoordinasi untuk memantau situasi dan mengamankan area terdampak banjir.
Puriyono dari BPBD Situbondo secara tegas mengimbau para pengguna jalan untuk berhati-hati. “Kami mengimbau kepada pengguna jalan dari arah Surabaya maupun dari arah Banyuwangi putar balik atau menepi,” katanya, menekankan pentingnya keselamatan.
Imbauan ini dikeluarkan untuk mencegah potensi kecelakaan dan memastikan tidak ada korban jiwa akibat terjebak dalam arus banjir atau material yang masih bergerak. Proses pembersihan material jalan diperkirakan akan memakan waktu.
Advertisement
Petugas di lapangan terus berupaya melakukan penanganan dan pembersihan material. Koordinasi dengan pihak terkait juga dilakukan untuk mempercepat pemulihan akses jalan. Masyarakat diharapkan tetap mengikuti informasi resmi dari BPBD dan pihak berwenang.
Sumber: AntaraNews