Sejumlah ruas jalan di tiga kelurahan di Kelapa Gading, Jakarta Utara, terendam banjir sejak Minggu pagi, 18 Januari, menyebabkan kelumpuhan total aktivitas warga dan transportasi. Peristiwa ini memaksa ratusan warga mengungsi ke lokasi yang lebih aman demi menghindari dampak banjir yang semakin parah.
Kapolsek Kelapa Gading, Kompol Seto Handoko Putra, mengonfirmasi bahwa genangan air mulai terjadi sekitar pukul 06.00 WIB. Ketinggian air bervariasi, mencapai puluhan sentimeter di banyak titik, membuat kendaraan roda dua sulit melintas dan beberapa ruas jalan tidak bisa dilalui sama sekali.
Dampak banjir Kelapa Gading ini tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga memicu evakuasi besar-besaran, khususnya di Kelurahan Pegangsaan Dua. Langkah ini diambil untuk melindungi masyarakat dari risiko yang lebih besar akibat genangan air yang tinggi dan meluas.
Advertisement
Advertisement
Kelurahan Kelapa Gading Barat menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak oleh banjir ini, dengan sebelas ruas jalan utama terendam. Genangan air bervariasi, mulai dari 5 sentimeter hingga 35 sentimeter di beberapa lokasi penting. Jalan Yos Sudarso, tepatnya di halte Kodamar, mencatat ketinggian air sekitar 5 cm, sementara di Jalan Boulevard Barat, genangan mencapai 15-20 cm di Gading Batavia dan 30-35 cm di depan Bank BNI.
Beberapa titik di Jalan GBI juga tidak luput dari rendaman banjir Kelapa Gading, dengan ketinggian air mencapai 25-35 cm di samping Lottemart, 10 cm di Paladian Park, dan 30 cm di depan RS Mitra. Selain itu, Jalan Nias Raya di The Kew, Hotel Santika, dan Gereja Tiberias juga tergenang sekitar 10 cm.
Kondisi serupa terjadi di Jalan BGR depan Hotel Urban dengan 15 cm air, Jalan Perintis Kemerdekaan dengan 30 cm, serta Jalan Boulevard Utara depan Bank BNI dengan 10 cm. Jalan Hibrida depan Sekolah Penabur dan Mitra Gading Villa juga terendam masing-masing 30 cm dan 20 cm. Komplek TNI AL Kodamar dan RW 13 Boulevard Utara juga mengalami banjir dengan ketinggian 25 cm, sementara RT 01 dan 02 di RW 22 terendam 15 cm.
Advertisement
Advertisement
Banjir Kelapa Gading juga melanda Kelurahan Kelapa Gading Timur, di mana Jalan Boulevard Timur terendam sekitar 30 cm, menjadikannya tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda dua. Jalan Raya Boulevard di depan Mall Kelapa Gading juga mencatat ketinggian air 30 cm, menambah daftar ruas jalan yang lumpuh.
Di Kelurahan Pegangsaan Dua, situasi banjir terbilang cukup parah, terutama di Jalan Hibrida Raya dan TL Pintu 3 Kelapa Hibrida, yang terendam hingga 40 cm. Jalan Raya Pegangsaan Dua dan RW 14 Jalan Kelapa Nias IV juga terdampak dengan ketinggian air sekitar 30 cm.
Genangan paling tinggi tercatat di Gg. Masjid RW 03, Kampung Rawa Indah, di mana tujuh RT terendam banjir dengan ketinggian mencapai 50-60 cm. Jalan Boulevard Timur Pegangsaan Dua juga terendam 35 cm, menunjukkan luasnya cakupan banjir di wilayah ini.
Advertisement
Advertisement
Menanggapi situasi darurat ini, pihak kepolisian telah mengerahkan personel untuk membantu evakuasi dan memberikan pelayanan kepada masyarakat di lapangan. Langkah cepat ini bertujuan untuk memastikan keselamatan warga dan meminimalkan dampak buruk dari banjir Kelapa Gading.
Sebelumnya, sebanyak 201 warga RW 03 Kelurahan Pegangsaan Dua terpaksa mengungsi ke sejumlah lokasi aman karena rumah mereka tidak memungkinkan untuk ditinggali. Lurah Pegangsaan Dua, Sarmudi, menjelaskan bahwa para pengungsi tersebar di berbagai tempat penampungan sementara.
Lokasi pengungsian meliputi Masjid At-Taqwa RT 003/03, Masjid Al-Husnah RT 004/03, Gardu FBR, Mushola Darul Mukmin RT 005/03, dan Masjid Jami Albahriyah RT 006/03. Meskipun demikian, RT 007/03 tercatat tidak memiliki pengungsi, menunjukkan bahwa dampak banjir tidak merata di seluruh area.
Advertisement
Sumber: AntaraNews