Seorang ibu berinisial BN, tega membunuh anak laki-lakinya berinisial RSD (4) di Kampung Kibang Budi Jaya, Kecamatan Lambu Kibang, Tulang Bawang Barat, Lampung. Balita itu ditemukan tak bernyawa pada Kamis (4/9).
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun menjelaskan kronologi pembunuhan tersebut. Yuni menuturkan, awal mula pembunuhan itu saat suami terduga pelaku sekaligus ayah korban berinisial S berada di rumah mertuanya. Rumah mertuanya itu tak jauh dari kediamannya. Tak berselang lama, S saat itu mendengar tangisan sang anak dan langsung menghampiri asal suara tersebut.
"S melihat sang anak tengah tengkurap di kasur dalam keadaan muntah dan kemudian diberi minyak kayu putih BN. Ketika sang anak sudah tidak menangis lagi S pun mandi. Dan saat akan mandi S mendengar anaknya kembali menangis karena mengeluh sakit," kata Yuni, Minggu (7/9).
Tak hanya tangisan, S pun terdengar suara BN yang tengah sedang marah dengan memecahkan piring dan gelas serta memukul pintu belakang dengan menggunakan palu besi. Pukulan itu membuat pintu kayu tersebut rusak dan pecah.
"Tak lama adik BN masuk ke dalam rumah dan melihat korban tengkurap di lantai. Namun BN di mengusir sang adik, adik BN pun tak langsung pergi dan berusaha menenangkan serta membujuk BN untuk membawa korban ke Puskesmas," jelas Yuni.
Setelah terduga pelaku BN dibujuk, korban dibawa ke Puskemas dengan menggunakan sepeda motor dengan bagian kaki ditutupi menggunakan kain jarik. Saat di perjalanan, adik terduga pelaku baru menyadari terdapat luka di dahi keponakannya itu.
"Saat tiba di puskemas dan dilakukan pemeriksaan serta ambil tindakan terhadap korban dinyatakan meninggal dunia," lanjut Yuni.
Advertisement
Kepolisian menangkap terduga pelaku. Kepolisian juga mengamankan barang bukti berupa pecahan kaca piring warna biru dan bening serta palu besi.
"Kayu papan pecahan pintu, pakaian korban singlet warna kuning, pakaian korban celana pendek warna cream serta kain jarik warna kuning kombinasi cokelat," ucap Yuni.
Kepolisian saat ini melakukan serangkaian penyelidikan dan pemeriksaan terhadap kesehatan BN. Pasalnya terduga pelaku merupakan pasien dalam pengawasan.
"Petugas sudah berkoordinasi dengan Rumah Sakit Jiwa Provinsi Lampung, namun kami tetap menunggu hasil pastinya apakah ada gangguan kejiwaan atau depresi," tandasnya.