Pasangan Mahyeldi dan Vasco Ruseimy segera dilantik sebagai gubernur dan wakil gubernur Sumatera Barat terpilih pada tanggal 20 Februari mendatang. Keduanya akan dilantik bersama ratusan kepala daerah terpilih lainnya.
Mahyeldi lahir di Bukittinggi, Sumatra Barat pada tanggal 25 Desember 1966. Kini dia memiliki gelar Datuak Marajo. Mahyeldi kecil dan enam saudara kandungnya tumbuh di tengah keluarga sederhana bahkan hidup pas-pasan. Ayahnya bernama Mardanis Sutan Tanameh bin Musa, bekerja sebagai buruh angkat dan pengayuh becak, sementara ibunya, Nurmi, adalah seorang ibu rumah tangga.
Sejak duduk di kelas tiga SD, ia sudah membantu ayahnya bekerja. Ketika memasuki kelas lima SD, keluarga Mahyeldi pindah ke Dumai. Ia menyelesaikan pendidikan di SD Negeri 9 Dumai pada tahun 1980 dan melanjutkan ke SMP Negeri 1 Dumai, lulus pada tahun 1983.
Selama masa SMP, Mahyeldi tidak hanya fokus pada pelajaran, tetapi juga bekerja dengan berjualan ikan di pagi hari dan menjadi loper koran di malam hari. Ia juga sempat bekerja di toko buku dan koran.
Ketika naik kelas dua SMP, keluarganya kembali ke Bukittinggi. Dia melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 2 Tilatang Kamang. Di sekolah itu, ia aktif sebagai pengurus OSIS dari tahun 1981 hingga 1983. Setelah menyelesaikan SMP, Mahyeldi melanjutkan ke SMA Negeri 1 Bukittinggi dan aktif di organisasi Rohani Islam pada tahun 1985. Setelah lulus SMA pada tahun 1986, ia melanjutkan studi di Program Studi Pembangunan Pedesaan Fakultas Pertanian Universitas Andalas (Unand) dan menjadi pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian Unand pada tahun 1990.
Advertisement
Setelah menyelesaikan pendidikan, Mahyeldi memulai kariernya sebagai pengajar di sebuah pesantren. Selain itu, ia juga aktif dalam kegiatan dakwah sebagai mubalig, yang semakin mengukuhkan namanya di tengah masyarakat.
Berbekal pengalamannya di organisasi, Mahyeldi memberikan diri terjun ke politik. Dia bergabung dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan terlibat dalam berbagai aktivitas organisasi. Pada pemilu legislatif tahun 2004, ia terpilih sebagai anggota DPRD Sumatera Barat dengan suara terbanyak dan menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat untuk periode 2004 hingga 2009.
Pada tahun 2009, Mahyeldi terpilih sebagai Wakil Wali Kota Padang, mendampingi Wali Kota Fauzi Bahar. Selanjutnya, ia mencalonkan diri sebagai Wali Kota Padang dalam pemilihan umum tahun 2013 dan berhasil memenangkan kontestasi tersebut.
Ia resmi menjabat sebagai Wali Kota Padang mulai 13 Mei 2014. Pada pemilihan selanjutnya, ia kembali terpilih untuk periode 2019 hingga 2024, sebelum akhirnya ikut serta dalam pemilihan gubernur Sumatera Barat pada tahun 2020, di mana ia juga berhasil terpilih dalam kontestasi politik tersebut.
Dia kembali ikut dalam kontestasi Pilkada serentak 2024. Bersama Vasco, Mahyeldi terpilih sebagai Gubernur Sumatera Barat. Pasangan ini didukung oleh beberapa partai, antara lain PKS, Gerindra, Demokrat, PBB, dan Perindo. Hasilnya, mereka meraih suara terbanyak dengan total 1.757.612 suara, yang setara dengan 77,12 persen dari total suara yang ada.