Bukannya untung malah buntung. Begitu pepatah tepat disematkan kepada seorang pria, SM (38).
Dia ditipu pembeli mobilnya dan merugi Rp95 juta. Kini dia hanya bisa berharap mobilnya kembali dan pelaku ditangkap.
SM sudah melapor ke SPKT Polrestabes Palembang. Dia mengaku tak sudi mobilnya raib begitu saja dengan modus jual beli.
Peristiwa itu bermula saat SM tertarik dengan saran temannya untuk beriklan menjual mobil Honda Stream tahun 2004 di marketplace Facebook. Tawaran itu mendapat respons dari pria inisial YD yang mengaku memiliki showroom dan ada calon pembeli yang berminat dengan mobil SM.
Setelah melakukan percakapan di WhatsApp, SM dan YD sepakat bertemu untuk mengecek mobil yang akan dijual. YD pun datang ke rumah korban, Rabu (12/2) siang.
Pelaku langsung tertarik karena kondisi mobil masih bagus disertai dengan surat kendaraan yang lengkap. Disepakatilah harga sebesar Rp95 juta.
"Dia (YD) datang ke rumah untuk ngecek mobil dan harganya deal, dia jadi beli mobil saya," ungkap SM saat melapor ke SPKT Polrestabes Palembang, Kamis (13/2).
Entah apa yang dipikirkan SM ketika begitu percaya kepada pria itu dan mempersilakan pelaku membawa pulang mobil itu. Padahal pelaku belum membayar sepeser pun dari harga yang disepakati.
"Saya percaya saja saat dia bawa mobil saya sama dokumennya, lengkap saya berikan, padahal belum dibayar," kata SM.
Lama ditunggu, tak ada kabar dari pelaku. SM menghubungi pelaku namun nomor kontaknya terlanjur tak aktif lagi.
"Saya baru sadar kena tipu, mobil saya dibawa kabur. Saya minta polisi menangkapnya dan mobil saya kembali," kata SM.
Kepala SPKT Polrestabes Palembang AKP Heri mengatakan, laporan telah dilimpahkan ke penyidik Satreskrim untuk ditindaklanjuti. Dia berpesan agar warga lebih hati-hati terhadap berbagai modus penipuan yang kerap terjadi.
"Mudah-mudahan pelaku bisa segera tertangkap seperti yang diharapkan pelapor," kata Heri.