Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pemangkasan Pohon Jakarta Barat Giatkan Penertiban

Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Barat (Sudin Tamhut Jakbar) melakukan pemangkasan 60 pohon di delapan kecamatan sebagai langkah antisipasi cuaca ekstrem, memastikan keamanan warga dari potensi pohon tumbang.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pemangkasan Pohon Jakarta Barat Giatkan Penertiban
Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Barat (Sudin Tamhut Jakbar) melakukan pemangkasan 60 pohon di delapan kecamatan sebagai langkah antisipasi cuaca ekstrem, memastikan keamanan warga dari potensi pohon tumbang. (AntaraNews)

Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Barat (Sudin Tamhut Jakbar) mengambil langkah proaktif dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem. Sebanyak 60 pohon yang tersebar di delapan wilayah kecamatan Jakarta Barat telah dipangkas secara serentak pada Jumat, 3 Januari 2026. Tindakan ini bertujuan untuk mencegah insiden pohon tumbang yang dapat membahayakan keselamatan warga dan fasilitas umum.

Kepala Sudin Tamhut Jakarta Barat, Dirja Kusuma, menjelaskan bahwa salah satu area yang menjadi fokus utama pemangkasan adalah Jalan Panjang, Kelurahan Kelapa Dua, Kecamatan Kebon Jeruk. Lokasi ini dipilih berdasarkan evaluasi risiko dan kondisi pohon yang ada. Pemangkasan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah kota dalam menjaga lingkungan perkotaan yang aman dan nyaman bagi masyarakat.

Untuk mendukung operasi pemangkasan ini, Sudin Tamhut Jakarta Barat mengerahkan tim gabungan yang terdiri dari 116 personel dan 17 unit truk pengangkut. Selain itu, satu unit mobil pengangkat beban (crane) juga disiagakan untuk memudahkan proses pemangkasan, terutama pada pohon-pohon berukuran besar. Kolaborasi ini melibatkan personel dari Sudin Tamhut Jakarta Barat, Bidang Jalur Dinas Tamhut DKI, serta Satuan Pelaksana (Satpel) di masing-masing kecamatan.

Pemangkasan pohon yang dilakukan oleh Sudin Tamhut Jakarta Barat pada 3 Januari 2026 melibatkan total 60 pohon di berbagai titik rawan. Fokus utama kegiatan ini adalah di Jalan Panjang, Kelurahan Kelapa Dua, Kecamatan Kebon Jeruk, yang diidentifikasi memiliki risiko tinggi terhadap potensi pohon tumbang. Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap peringatan dini mengenai cuaca ekstrem yang mungkin terjadi, demi melindungi masyarakat dari bahaya yang tidak diinginkan.

Dirja Kusuma menegaskan, “Total yang ditoping (dipangkas) hari ini sebanyak 60 pohon.” Pernyataan ini menunjukkan komitmen Sudin Tamhut Jakbar dalam menjaga keamanan lingkungan. Operasi ini melibatkan pengerahan sumber daya yang signifikan, termasuk 116 personel gabungan dari berbagai unit terkait dan 17 truk pengangkut, serta satu mobil crane untuk efisiensi kerja.

Personel yang terlibat dalam kegiatan pemangkasan ini berasal dari Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Barat, Bidang Jalur Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI, serta masing-masing Satuan Pelaksana kecamatan. Kerja sama antarunit ini memastikan bahwa proses pemangkasan berjalan lancar dan efektif. Dengan demikian, risiko pohon tumbang akibat angin kencang atau hujan deras dapat diminimalisir secara optimal.

Sebelumnya, Sudin Tamhut Jakarta Barat telah mengumumkan rencana penambahan personel pemangkasan pohon di setiap Satuan Pelaksana (Satpel) Kecamatan. Kebijakan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat kapasitas tim dalam mengantisipasi pohon tumbang, terutama menjelang musim hujan. Penambahan personel ini difokuskan pada petugas yang memiliki keahlian dalam mengoperasikan alat sensor untuk pemangkasan yang lebih presisi dan aman.

Dirja Kusuma menyatakan, “Kita bakal menambah personel pemangkasan. Jadi yang kita tambah itu petugas yang bisa operasikan sensor.” Setiap Satpel Tamhut Kecamatan akan mendapatkan tambahan empat hingga lima personel pemangkasan pohon. Penambahan ini diharapkan dapat meningkatkan responsivitas dan cakupan area pemangkasan di seluruh Jakarta Barat.

Saat ini, Sudin Tamhut Jakarta Barat memiliki 12 tim pemangkasan, yang terdiri dari delapan tim untuk setiap kecamatan dan empat tim di tingkat kota, dengan total sekitar 80 personel. Personel tambahan yang direkrut akan mulai beroperasi pada akhir tahun 2025, khususnya untuk ditempatkan di Satpel di setiap kecamatan. Langkah ini menunjukkan perencanaan yang matang dalam menghadapi tantangan cuaca dan menjaga keamanan infrastruktur hijau kota.

Sepanjang tahun 2025, Sudin Tamhut Jakarta Barat telah menunjukkan kinerja yang signifikan dalam upaya pemeliharaan pohon di delapan wilayah kecamatan. Hingga minggu kedua bulan Desember 2025, total pohon yang telah dipangkas mencapai 9.346 pohon. Angka ini mencakup berbagai jenis pemangkasan, mulai dari pemangkasan ringan, sedang, berat, hingga penebangan, penyempalan, dan penanganan pohon tumbang.

Dirja Kusuma mengungkapkan, “Hingga bulan Desember 2025 Minggu kedua, kita telah melakukan pemangkasan ringan, sedang, berat, tebang, sempal dan tumbang, itu sekitar 9.346 pohon.” Data ini menunjukkan skala operasi yang luas dan konsistensi dalam menjaga kondisi pohon-pohon di Jakarta Barat. Tujuan utama dari seluruh kegiatan ini adalah untuk mencegah terjadinya insiden pohon tumbang yang tidak diinginkan, terutama di area padat penduduk dan jalur lalu lintas.

Upaya pemangkasan komprehensif ini tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga pada pemeliharaan kesehatan pohon dan estetika kota. Dengan rutin melakukan pemangkasan, Sudin Tamhut Jakarta Barat berkontribusi pada penciptaan lingkungan kota yang lebih aman, hijau, dan tertata rapi. Ini adalah bagian integral dari program pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas hidup warga Jakarta Barat.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi