Anggaran BNPB Dipangkas 43 Persen, Bagaimana Penanggulangan Bencana ke Depan?

Pemotongan anggaran lembaga yang mengurusi bencana itu mencapai 43 persen dari Rp1,4 triliun menjadi sekitar Rp800 miliar.

Winda Nelfira
Oleh Winda Nelfira - Reporter
Anggaran BNPB Dipangkas 43 Persen, Bagaimana Penanggulangan Bencana ke Depan?
Lakukan Modifikasi Cuaca, BNPB Dukung Tanggap Darurat Bencana Sumatera Barat (© 2024 merdeka.com)

Anggaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendapat efisiensi. Pemotongan anggaran lembaga yang mengurusi bencana itu mencapai 43 persen dari Rp1,4 triliun menjadi sekitar Rp800 miliar.

"Anggaran BNPB mengalami efisiensi dari Rp 1,4 triliun menjadi Rp 800 miliar," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari kepada Liputan6.com, Selasa (11/2).

Abdul menyampaikan karena efisiensi anggaran ini, operasional tahunan BNPB bakal disesuaikan. Abdul memastikan, BNPB akan tetap optimal melakukan penanganan bencana meski anggaran dipangkas.

"Karena ini sudah menjadi kebijakan pemerintah, BNPB akan berupaya optimal agar penanganan bencana mulai dari fase pra bencana, saat dan pasca bencana tetap berjalan dengan efektif dan efisien," jelas Abdul.

Lebih lanjut, BNPB memastikan tanggap darurat bencana dan proses rehabilitasi serta rekonsiliasi (rehab-rekon) bakal tetap berjalan.

Koordinasi juga akan dioptimalkan lebih lanjut dengan kementerian/lembaga terkait lainnya hingga pihak swasta atau pentahelix. Khususnya, lanjut Abdul, pada fase prabencana, sehingga dana dari sumber non-Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bisa diperoleh.

"Kita akan mengoptimalkan koordinasi dengan kementerian/lembaga terkait dan pihak swasta (pentahelix) agar program-program mitigasi bencana dan kesiapsiagaan tetap bisa berjalan melalui sumber-sumber pendanaan non-APBN (kerjasama dengan donor dan LSM)," pungkas Abdul.

Rekomendasi