Anak Buah Dibacok, Insting Jaksa Agung Terbukti Akurat soal Perlindungan untuk Jaksa

Perlindungan tersebut juga diperkuat lewat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 66 Tahun 2025 tentang perlindungan negara terhadap jaksa dalam menjalankan tugas.

Rahmat Baihaqi
Oleh Rahmat Baihaqi - Reporter
Anak Buah Dibacok, Insting Jaksa Agung Terbukti Akurat soal Perlindungan untuk Jaksa
Anak Buah Dibacok, Insting Jaksa Agung Terbukti Akurat soal Perlindungan untuk Jaksa (Merdeka.com)

Jaksa Agung (JA) ST Burhanudin telah lama memberikan peringatan kepada jajarannya agar lebih berhati-hati saat menjalankan tugas. Kini, insting tersebut terbukti benar, menyusul dua kasus pembacokan terhadap jaksa yang terjadi di Deli Serdang, Sumatera Utara, dan Depok, Jawa Barat.

"Pimpinan juga melakukan antisipasi terhadap pentingnya perlindungan yang diberikan kepada para jaksa dan keluarganya. Jadi ini bentuk antisipasi. Nah sementara ini sedang diupayakan ternyata benar, ada dua peristiwa yang sekarang kita lihat. Ini semakin menguatkan bahwa insting pimpinan untuk memberikan perlindungan terhadap jaksa dan keluarganya ternyata sangat betul, sangat benar," ujar Kapuspenkum Kejagung, Harli Siregar, di Jakarta, Selasa (27/5).

Langkah antisipatif Kejaksaan Agung itu, menurut Harli, telah lama disiapkan. Salah satunya adalah kerja sama dengan TNI, yang memungkinkan penempatan personel militer di seluruh kantor kejaksaan. Perlindungan tersebut juga diperkuat lewat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 66 Tahun 2025 tentang perlindungan negara terhadap jaksa dalam menjalankan tugas.

"Apakah ini satu lintasan yang ketepatan? Bagi kita bukan di situ. Tetapi prinsipnya bahwa kita akan terus memberikan perlindungan melalui antisipasi-antisipasi sejak dini," tegas Harli.

Kejadian pembacokan jaksa yang menjadi perhatian nasional adalah kasus penyerangan terhadap Jaksa Kejari Deli Serdang, Jhon Wesli Sinaga, dan ASN Kejaksaan, Acensio Silvanov Hutabarat, oleh orang tak dikenal. Para pelaku kini telah ditangkap oleh Polda Sumatera Utara.

Kasus serupa terjadi di Depok pada Sabtu dini hari (24/5), saat seorang jaksa Kejagung berinisial DSK (44) dibacok oleh pengendara motor saat perjalanan pulang ke rumah.

"Pimpinan sudah menegaskan, baik yang di Deli Serdang maupun di Depok, untuk memberikan pelindungan terhadap mereka termasuk keluarganya. Tentu ada banyak cara, termasuk memberikan perlindungan dalam keadaan tertutup. Itu juga kita lakukan," ujar Harli.

Kejagung memastikan insiden ini tidak akan menyurutkan upaya mereka dalam mengusut berbagai kasus penting baik di pusat maupun daerah.

Rekomendasi