Aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki Masih Tinggi, Tercatat Puluhan Gempa Letusan dalam Sehari!

Badan Geologi menyatakan aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur masih sangat tinggi, ditetapkan Level IV (Awas) dengan puluhan gempa letusan teramati. Waspada potensi erupsi!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki Masih Tinggi, Tercatat Puluhan Gempa Letusan dalam Sehari!
Badan Geologi menyatakan aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur masih sangat tinggi, ditetapkan Level IV (Awas) dengan puluhan gempa letusan teramati. Waspada potensi erupsi! (Merdeka.com)

Aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih menunjukkan tingkat yang sangat tinggi. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mengonfirmasi bahwa berdasarkan hasil analisis visual dan instrumental, gunung ini tetap berada pada Level IV (Awas).

Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid, menyampaikan laporan khusus ini pada Minggu, 21 September 2025, pukul 12.00 WITA. Penetapan status Awas ini didasarkan pada data pengamatan yang konsisten menunjukkan peningkatan aktivitas magmatik di dalam gunung.

Masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tidak mendekati area berbahaya yang telah ditetapkan. Larangan beraktivitas mencakup radius enam kilometer dari pusat erupsi, serta tujuh kilometer sektoral pada arah barat laut hingga timur laut, guna menghindari risiko yang tidak diinginkan.

Tingkat Aktivitas dan Larangan Zona Bahaya

Badan Geologi secara tegas mempertahankan status Level IV (Awas) untuk Gunung Lewotobi Laki-laki. Keputusan ini diambil setelah serangkaian pengamatan menyeluruh yang menunjukkan potensi bahaya erupsi yang signifikan.

Muhammad Wafid menekankan pentingnya kepatuhan terhadap zona larangan yang telah ditetapkan. "Masyarakat dan wisatawan dilarang beraktivitas dalam radius enam km dari pusat erupsi, serta tujuh Km sektoral pada arah barat laut-timur laut," kata Wafid.

Selain itu, masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki juga diminta untuk mewaspadai potensi banjir lahar hujan. Kondisi ini dapat terjadi pada sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung, terutama jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

Beberapa desa yang perlu meningkatkan kewaspadaan meliputi Desa Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote. Penggunaan masker atau penutup hidung-mulut juga disarankan bagi masyarakat yang terdampak hujan abu vulkanik untuk melindungi sistem pernapasan.

Data Kegempaan dan Indikasi Magma Aktif

Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki periode 20-21 September 2025, pukul 12.00 WITA, mencatat aktivitas kegempaan yang intens. Tercatat puluhan gempa letusan, guguran, hembusan, dan jenis gempa lainnya yang mengindikasikan pergerakan magma.

  • 25 kali gempa letusan
  • 6 kali gempa guguran
  • 33 kali gempa hembusan
  • 3 kali gempa harmonik
  • 3 kali gempa tremor non-harmonik
  • 13 kali gempa low frekuensi
  • 4 kali gempa vulkanik dalam
  • 1 kali gempa tektonik lokal
  • 4 kali gempa tektonik jauh
  • 3 kali gempa tremor menerus

Terjadi letusan dengan tinggi 1000-3000 meter dari puncak, disertai kolom abu letusan berwarna kelabu. Meskipun terjadi guguran, secara visual, jarak dan arah luncurannya tidak teramati dengan jelas. Aktivitas kegempaan didominasi oleh gempa letusan, low frekuensi, serta tremor menerus dengan amplitudo yang cukup signifikan.

Real-time Seismic Amplitude Measurement (RSAM) dalam sepekan terakhir menunjukkan peningkatan fluktuatif dengan kecenderungan tetap tinggi. "Kondisi ini menegaskan bahwa suplai magma masih aktif, meskipun intensitas letusan tampak lebih variatif. Pola energi kumulatif kegempaan juga memperlihatkan peningkatan, mengindikasikan akumulasi tekanan di dalam sistem magmatik," jelas Wafid.

Dalam lima hingga tujuh hari terakhir, grafik tiltmeter secara konsisten menunjukkan tren inflasi yang semakin jelas, menandakan penggembungan tubuh gunung akibat suplai magma baru. Data Global Navigation Satellite System (GNSS) juga menguatkan temuan ini dengan adanya kenaikan komponen vertikal secara konsisten. "Pola ini mengindikasikan migrasi magma ke kedalaman lebih dangkal, sehingga potensi erupsi masih mungkin terjadi," tambah Wafid.

Imbauan dan Kewaspadaan Masyarakat

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah setempat. Penting untuk tidak mempercayai isu-isu yang tidak jelas sumbernya, agar tidak menimbulkan kepanikan yang tidak perlu.

Selain itu, kewaspadaan terhadap potensi banjir lahar hujan menjadi prioritas. Sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki berpotensi membawa material lahar jika terjadi hujan intensitas tinggi, khususnya di wilayah Desa Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.

Bagi masyarakat yang berada di area terdampak hujan abu, penggunaan masker atau penutup hidung dan mulut sangat disarankan. Langkah ini penting untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernapasan dan menjaga kesehatan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi