Bupati Jember, Muhammad Fawait menyatakan, akan pakai Azanza Velos sebagai kendaraan operasionalnya dalam memimpin Kabupaten Jember 5 tahun ke depan.
Hal ini sebagai bentuk gaya hidup sederhana dan efisiensi anggaran sebagaimana yang diinstruksikan Presiden Prabowo Subianto.
Pernyataan itu disampaikan Fawait menjawab pertanyaan wartawan terkait efisiensi, usai menghadiri apel besar pada hari pertamanya seusia dilantik dan menjalani retret di Akmil Magelang selama sepekan.
“(Soal efisiensi) Saya bisa saja menolak mobil dinas. Tapi kalau saya tolak, maka mobil pribadi saya malah lebih bagus. Maka saya putuskan pakai Avanza Veloz sebagai bentuk kesederhanaan,” ujar Fawait seusai memimpin apel besar yang dihadiri seluruh jajaran Pemkab Jember pada Senin (3/3).
Advertisement
Fawait menyebut, seorang pemimpin bisa memiliki kekayaan berlebih, namun tetap harus bergaya hidup sederhana. Sebab ia digaji oleh rakyat.
Pria yang juga akrab disapa Gus Fawait ini berharap, jajaran di bawahnya bisa bergaya hidup lebih sederhana dari dirinya. Termasuk dalam hal penggunaan mobil.
“Kita pakai Toyota Velloz sebagai simbol Gus Fawait ini bupati yang lahir dari aktivis orang desa. Ya memang saya orang desa. Setelah ini, masak iya sih, sekda dan jajarannya pakai mobil yang lebih bagus,” papar pria 36 tahun ini.
Politikus Partai Gerindra ini juga menyinggung soal semangat efisiensi yang kini sedang digaungkan pemerintah pusat.
“Semangat efisiensi itu bukan semangat menghabiskan anggaran tapi membuat anggaran lebih efektif untuk kebijakan yang langsung menyentuh masyarakat,” ujar Fawait.
Advertisement
Dalam apel yang digelar di depan kantor Pemkab Jember, Fawait menekankan semangat persatuan. Ia berharap tidak ada lagi kubu-kubu usai Pilkada 2024.
"Pilkada telah usai, jangan sampai ada istilah 01, 02 lagi. Maka tadi pesan yang paling penting adalah kebersamaan dan kekompakan," tutur Fawait.
“Saya berharap membangun Jember tidak bisa oleh Superman tapi Super Team dan itu Bupati dibantu oleh semua perangkat Wakil Bupati, Sekda dan seluruh jajaran, harus bersama-sama," sambung Fawait.
Lebih lanjut kata Fawait, terkait progres 100 hari kerja awal yang dilakukan. Ia juga menegaskan soal janjinya untuk lebih peduli dengan ekonomi rakyat kecil.
Advertisement
Salah satunya dengan menurunkan retribusi pasar tradisional yang sempat naik 100 persen di akhir masa pemerintahan bupati sebelumnya.
"Sesuai dengan janji kami, saya enggak mau masuk ke pendopo, sebelum tadi saya menginjakkan di simbol ekonomi wong cilik kerakyatan, pasar tradisional dan kami akan menandatangani bahwa retribusi pasar harus dikembalikan seperti semula. Kalau kemarin naik 100-200 persen. Nanti saya tanda tangani untuk turun 100-200 persen, itu yang menjadi prioritasnya," pungkasnya.