PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta telah mengambil kebijakan penting terkait operasional kereta api jarak jauh. Kebijakan ini akan berlaku pada Sabtu, 20 September, yang secara spesifik menghentikan sejumlah perjalanan kereta api jarak jauh di Stasiun Jatinegara.
Penghentian ini berlaku untuk kereta api yang seharusnya berangkat dan tiba di Stasiun Gambir, namun akan dialihkan untuk berhenti di Stasiun Jatinegara. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap penyelenggaraan acara besar “TNI AD Fair 2025” yang akan berlangsung di kawasan Monas, Jakarta Pusat.
Tujuan utama dari kebijakan ini adalah untuk memitigasi potensi kemacetan lalu lintas yang diperkirakan akan terjadi di sekitar area Monas dan Stasiun Gambir. Dengan demikian, penumpang diharapkan dapat terhindar dari risiko keterlambatan menuju stasiun dan tidak tertinggal kereta api yang akan mereka naiki.
Advertisement
Advertisement
Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko, menjelaskan bahwa kebijakan penghentian sementara ini merupakan langkah antisipatif. Menurutnya, rekayasa pola operasi ini dirancang untuk membantu penumpang menghindari potensi kemacetan parah di akses menuju Stasiun Gambir.
“Dengan adanya rekayasa pola operasi ini, kami mengantisipasi dampak kepadatan lalu lintas di sekitar kawasan Monas dan Gambir,” ujar Ixfan dalam keterangannya di Jakarta, Jumat. Kebijakan ini sekaligus bertujuan mengurangi risiko keterlambatan yang dapat menyebabkan penumpang tertinggal kereta.
Ixfan juga menambahkan bahwa kebijakan ini dikenal sebagai Berhenti Luar Biasa (BLB), yang memungkinkan kereta api berhenti di stasiun yang biasanya tidak menjadi pemberhentian reguler. Ini memberikan fleksibilitas bagi penumpang untuk menyesuaikan rencana perjalanan mereka di tengah situasi yang tidak biasa.
Advertisement
Advertisement
Sejumlah kereta api jarak jauh baik keberangkatan maupun kedatangan Stasiun Gambir akan diberlakukan kebijakan Berhenti Luar Biasa (BLB) di Stasiun Jatinegara. Penumpang diimbau untuk memperhatikan daftar ini dan menyesuaikan rencana perjalanan mereka agar tidak terjadi kendala.
Berikut adalah daftar kereta api keberangkatan Stasiun Gambir yang akan BLB di Stasiun Jatinegara:
- KA 6 (Argo Semeru)
- KA 50F (Purwojaya)
- KA 132 (Parahyangan)
- KA 46 (Taksaka)
- KA 2 (Argo Bromo Anggrek)
- KA 16 (Argo Dwipangga)
- KA 118 (Gunungjati)
- KA 7006 (Batavia)
- KA 40 (Sembrani)
- KA 62 (Manahan)
- KA 122 (Cakrabuana)
- KA 58F (Purwojaya)
- KA 44 (Taksaka)
- KA 38 (Brawijaya)
- KA 8 (Bima)
- KA 36 (Gajayana)
- KA 124 (Cakrabuana)
- KA 42 (Sembrani)
- KA 32 (Pandalungan)
- KA 4 (Argo Bromo Anggrek)
- KA 14 (Argo Lawu)
- KA 54 (Purwojaya)
- KA 48 (Taksaka)
- KA 120 (Gunungjati)
- KA 64 (Manahan)
- KA 30F (Argo Anjasmoro)
Advertisement
Selain itu, beberapa kereta api kedatangan Stasiun Gambir juga akan BLB di Stasiun Jatinegara. Daftar ini penting untuk diperhatikan oleh penumpang yang akan tiba di Jakarta.
- KA 45 (Taksaka)
- KA 15 (Argo Dwipangga)
- KA 3 (Argo Bromo Anggrek)
- KA 53F (Purwojaya)
- KA 141F (Parahyangan Fakultatif)
- KA 43 (Taksaka)
- KA 13 (Argo Lawu)
- KA 1 (Argo Bromo Anggrek)
- KA 123 (Cakrabuana)
- KA 47 (Taksaka)
PT KAI mengimbau seluruh penumpang kereta api untuk menyesuaikan rencana perjalanan mereka. Pemanfaatan akses alternatif di Stasiun Jatinegara dengan adanya kebijakan BLB ini diharapkan dapat mempermudah perjalanan dan menjaga kenyamanan penumpang.
Advertisement
Sumber: AntaraNews