6 Bulan buron, bandar sabu di Samarinda ditangkap di tempat persembunyian

Selasa, 24 Juli 2018 01:30 Reporter : Saud Rosadi
6 Bulan buron, bandar sabu di Samarinda ditangkap di tempat persembunyian Barang bukti 50 gram sabu. ©2018 Istimewa

Merdeka.com - Leonardus Teddy alias Atek (46), bandar sabu di Samarinda, Kalimantan Timur, buruan BNN Provinsi Kalimantan Timur 6 bulan terakhir ini, diringkus Senin (23/7) siang. Dalam pelariannya, Atek dikenal sangat licin.

Keterangan diperoleh, rumah Teddy di kawasan Jalan Pangeran Hidayatullah, kelurahan Pelabuhan, Desember 2017 lalu, digerebek BNN. Teddy diduga sebagai bandar narkoba.

Meski tangannya terluka, dia berhasil kabur, dengan melompat dari lantai dua rumahnya, dan melompat pagar tetangga. Belakangan, satu bal sabu seberat 50 gram, jatuh dari badannya saat kabur.

Teddy diketahui mahir dalam hal IT. Rumahnya, dilengkapi dengan CCTV cukup canggih. Rumahnya, menjadi pusat kontrol CCTV dari berbagai sudut baik di rumahnya sendiri, maupun akses jalan menuju rumahnya.

"Dia menggunakan peralatan IT dalam kegiatan mengedarkan narkotika ini. Terbukti setelah kita geledah, kita temukan alat monitoring, yang disambungkan dari beberapa titik, ke ruangan rumahnya, sebagai ruang kontrol," kata Kabid Pemberantasan BNN Provinsi Kalimantan Timur AKBP Halomoan Tampubolon, kepada wartawan, Senin (23/7).

BNN terus mengendus keberadaannya. Belakangan, dia memiliki tempat persembunyian lain, dan kerap pulang, lalu secepatnya kembali pergi. Disimpulkan, pergerakannya benar-benar dikenal sangat licin.

BNN terus mengantisipasi kedatangan dia, dan mempersempit ruang geraknya, dengan menutup akses ke rumahnya dan ke tempat persembunyiannya. Akhirnya, Atek berhasil dibekuk sekira pukul 12.30 WITA siang tadi.

"Sempat kita kejar ke kabupaten lain. Kemudian dia datang lagi ke tempat persembunyiannya, kita lepaskan tembakan peringatan, lalu kita bergerak masuk. Kita dapatkan dia di (salah satu bangunan) dekat sungai Karang Mumus," ungkap Tampubolon.

Merasa diburu, Atek diketahui merubah penampilannya dengan memiliki jenggot dan kumis. Namun demikian, petugas BNN masih bisa mengenalinya. "Kita akan terapkan pasal yang berat karena dia ini bandar besar. Yang jelas, kasus ini terus kita kembangkan," ujarnya. [rzk]

Topik berita Terkait:
  1. Kasus Narkoba
  2. Buronan
  3. Samarinda
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini