Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

3 tahun lalu jemaah di Cipinang lebaran beda dengan pemerintah

3 tahun lalu jemaah di Cipinang lebaran beda dengan pemerintah . ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Masjid Jami Al Marzuqiyah melalui badan pengurusnya menetapkan berakhirnya bulan ramadan 1 Syawal pada hari Senin (26/6). Imam Masjid Jami Al Marzuqiyah Lukmanul Hakim MZ mengatakan perbedaan penetapan 1 syawal itu bukan sebuah masalah. Menurutnya, penetapan itu berdasarkan ajaran guru-guru terdahulu.

Pengurus masjid menggunakan kajian kitab Tamyizul Haq yang mengatakan hilal baru dapat dilihat pada ketinggian minimal 7 derajat. Sehingga terjadi perbedaan perhitungan hilal dengan pemerintah.

"Karena kita mengikuti dari guru-guru kita terdahulu seperti Guru Marzuki, bahwa standar untuk Rukyatul Hilal itu bisa Inkrah Nurukyah itu ukurannya 7 derajat, dibawah itu Musail Rukyah, itu standar kami," kata Lukmanul di lokasi, Jakarta, Senin (26/6).

Kendati demikian, Lukmanul menyebut jemaahnya tetap menjalankan ibadah puasa sama dengan umat muslim pada umumnya. "Untuk puasa kita bareng sama Pemerintah, berarti jemaah Istiqmal 30 hari," tuturnya.

Di lokasi sama, salah satu jemaah Masjid yang juga warga Cipinang Muara, Jamal menuturkan, masjid tersebut terbuka untuk umum. Namun, diakuinya, mayoritas jemaah adalah pengikut ajaran Marzuqi Bin Mirshod.

"Masjid ini terbuka untuk umum, sama seperti yang lain, namun kebanyakan yang datang untuk shalat memang dari warga sekitar yang mengikuti ajaran Guru Marzuki Bin Mirshod," pungkasnya.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP