3 Juta Penerima Baru Bansos PKH-Sembako Menanti Pencairan, Kemensos Percepat Administrasi

Kementerian Sosial mencatat ada tiga juta penerima baru bansos PKH-Sembako yang masih menunggu proses administrasi untuk pencairan bantuan, dengan percepatan jelang Ramadhan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
3 Juta Penerima Baru Bansos PKH-Sembako Menanti Pencairan, Kemensos Percepat Administrasi
Kementerian Sosial mencatat ada tiga juta penerima baru bansos PKH-Sembako yang masih menunggu proses administrasi untuk pencairan bantuan, dengan percepatan jelang Ramadhan. (AntaraNews)

Kementerian Sosial (Kemensos) melaporkan bahwa sebanyak tiga juta penerima manfaat bantuan sosial (bansos) baru belum menerima bantuan mereka. Kondisi ini terjadi karena proses administrasi penyaluran masih berlangsung, menandai tantangan dalam distribusi program perlindungan sosial di awal tahun.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Jakarta, Sabtu, menjelaskan bahwa para penerima baru ini merupakan hasil pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Pembaruan data ini dilakukan setiap triwulan, sehingga memunculkan penambahan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang sebelumnya belum terdaftar dalam sistem.

Dari total tersebut, sekitar satu juta KPM merupakan penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan dua juta KPM lainnya adalah penerima Bantuan Pangan Nontunai (BPNT). Mereka saat ini masih menunggu proses pembukaan rekening kolektif (burekol), distribusi kartu, serta persiapan penyaluran melalui PT Pos Indonesia.

Sebagian besar penerima manfaat baru bansos PKH dan BPNT dilaporkan belum memiliki rekening bank. Kondisi ini menjadi faktor utama yang memperlambat proses pencairan bantuan pemerintah.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa proses pembukaan rekening kolektktif atau burekol memerlukan waktu. Diperkirakan, proses ini dapat memakan waktu antara satu hingga dua bulan sebelum bantuan dapat dicairkan kepada para penerima. Setelah rekening terbentuk, distribusi kartu juga menjadi tahapan selanjutnya yang harus dilalui.

Kemensos terus berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk perbankan dan PT Pos Indonesia, untuk mempercepat seluruh tahapan administrasi. Tujuannya adalah agar bantuan dapat segera menjangkau masyarakat yang membutuhkan, terutama menjelang momen penting seperti bulan Ramadhan.

Di tengah proses administrasi untuk penerima baru, penyaluran bantuan sosial triwulan pertama tahun 2026 menunjukkan progres yang signifikan. Hingga awal Februari, bertepatan dengan bulan Ramadhan, realisasi penyaluran bansos telah mencapai lebih dari 85 persen.

Secara total, nilai bantuan yang telah disalurkan melebihi Rp15 triliun. Untuk Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan telah disalurkan kepada 8.940.958 KPM dari total alokasi 10 juta KPM, dengan nilai lebih dari Rp6 triliun atau sekitar 89,4 persen dari target.

Sementara itu, Bantuan Sembako atau BPNT telah menjangkau lebih dari 15 juta KPM dari total 18.250.000 KPM. Nilai penyaluran untuk BPNT ini mencapai lebih dari Rp9 triliun, atau sekitar 86,9 persen dari total alokasi yang tersedia.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa seluruh penyaluran bantuan dilakukan secara transparan dan akuntabel. Penyaluran ini dilakukan melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan Bank Syariah Indonesia (BSI) untuk memastikan bantuan diterima langsung oleh masyarakat yang berhak.

Kemensos memastikan bahwa proses administrasi bagi penerima baru terus dipercepat. Hal ini menjadi prioritas agar bantuan dapat segera tersalurkan, khususnya menjelang Ramadhan, di mana kebutuhan masyarakat cenderung meningkat.

Dengan demikian, masyarakat yang telah terdata dalam DTSEN dapat segera merasakan manfaat program perlindungan sosial tersebut. Pemutakhiran data secara berkala menjadi kunci untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan menjangkau keluarga yang paling membutuhkan di seluruh Indonesia.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi