3 Daerah di Sumsel Status Siaga Darurat Bencana, Banjir dan Longsor Ancam Sejumlah Wilayah

Tiga wilayah itu masuk dalam kawasan yang rawan terjadi banjir, longsor, dan angin kencang.

Irwanto
Oleh Irwanto - Reporter
3 Daerah di Sumsel Status Siaga Darurat Bencana, Banjir dan Longsor Ancam Sejumlah Wilayah
Hujan deras di Bojonegoro menyebabkan banjir kiriman yang merendam 36 Kepala Keluarga (KK) di Dusun Kebunduren, Desa Kenongorejo, Kabupaten Madiun; BPBD terus memantau dan mengantisipasi banjir susulan. (© 2025 Antaranews)

Tiga daerah di Sumatera Selatan ditetapkan status siaga darurat bencana di musim penghujan. Sejumlah daerah lain pun turut terancam terjadi bencana hidrometereologi.

Ketiga daerah itu adalah Prabumulih, Ogan Komering Ulu (OKU), dan Pagaralam. Wilayah itu masuk dalam kawasan yang rawan terjadi banjir, longsor, dan angin kencang.

Kepala BPBD Sumsel, M Iqbal Alisyahbana mengungkapkan, penetapan status itu untuk mengantisipasi potensi bencana alam selama musim hujan. Juga menjadi langkah cepat pemerintah daerah dalam meminimalkan risiko dan mempercepat respons penanganan bencana.

"Tadinya cuma OKU, sekarang Pagaralam dan Prabumulih yang ditetapkan siaga darurat bencana," ungkap Iqbal, Jumat (5/12).

Dengan adanya langkah antisipatif tersebut, diharapkan koordinasi dan penanganan bencana di Sumsel dapat berjalan lebih optimal. Personel, peralatan, dan perlengkapan, termasuk bantuan logistik juga sudah ditempatkan di daerah-daerah prioritas dan rawan bencana.

"Jadi ketika terjadi bencana akan memudahkan distribusi bantuan," kata Iqbal.

Gubernur Sumsel Herman Deru menyebut belum ada penetapan status yang sama untuk diberlakukan di seluruh wilayah atau tingkat Provinsi Sumsel. Dia mengaku masih menunggu pembaruan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

"Kalau nanti ada laporan cuaca ekstrem dari BMKG baru akan kita buat di tingkat provinsi," kata Deru.

Meski belum menetapkan status siaga darurat di tingkat provinsi, Deru telah memanggil seluruh kepala daerah untuk berkumpul dan melaksanakan apel siap siaga. Hal ini dilakukan untuk memonitoring kesiapan setiap daerah di Sumsel dalam menghadapi ancaman puncak musim hujan yang akan berlangsung Desember 2025-Januari 2026.

Rekomendasi