3 Bulan ditahan, eks Bupati Takalar jalani sidang korupsi Rp 17,3 M

Kamis, 22 Februari 2018 17:44 Reporter : Salviah Ika Padmasari
3 Bulan ditahan, eks Bupati Takalar jalani sidang korupsi Rp 17,3 M Burhanuddin Baharuddin jalani sidang perdana. ©2018 Merdeka.com/Salviah Ika Padmasari

Merdeka.com - Kurang lebih tiga bulan ditahan di Rutan Kelas I Makassar, terhitung sejak 6 November lalu, mantan Bupati Takalar Burhanuddin Baharuddin (55) akhirnya menjalani sidang perdana kasus dugaan korupsi senilai Rp 17,3 miliar di kegiatan penjualan lahan negara berupa lahan pencadangan transmigrasi seluas 150 hektar di Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, Sulsel tahun 2015 lalu.

Sidang berlangsung kurang lebih dua jam di ruang Bagir Manan, Pengadilan Tipikor Makassar, Kamis, (22/2) dipimpin Yuli Efendy SH selaku ketua majelis hakim.

Mantan Bupati periode 2012-2017 ini datang dengan mengenakan setelan batik warna oranye itu tiba di Pengadilan Tipikor Makassar, jl Kartini satu jam sebelum sidang dimulai. Sejumlah sanak keluarganya sudah lebih dulu tiba juga dua orang penasihat hukumnya.

Ahmad Syah dan Andi Akbar, dua Jaksa Penuntut Umum (JPU) secara bergantian membacakan dakwaannya. Disebutkan, Burhanuddin Baharuddin bersama tiga orang lainnya yang juga adalah tersangka di kasus yang sama masing-masing Muhammad Noor Uthary selaku Camat Mangarabombang, Sila Bin Laidi selaku Kepala Desa Laikang dan Risno Siswanto Patarai selaku Sekretaris Desa Laikang telah melakukan perbuatan melawan hukum dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan menyalahgunakan kekuasaannya dengan menerima pembayaran dari penjualan lahan negara ke PT Karya Insan Cirebon.

Burhanuddin Baharuddin jalani sidang perdana ©2018 Merdeka.com/Salviah Ika Padmasari

"Selanjutnya terdakwa memproses izin prinsip tanpa melalui prosedur atau mekanisme sesuai ketentuan yang berlaku. Perbuatan terdakwa mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 17.348.419.000," kata Ahmad Syah.

Dari perbuatan terdakwa ini, kata Ahmad Syah, dia didakwa melanggar pasal primair yakni pasal 2 ayat (1) junto pasal 18 UU No 31 tahun 1999 junto UU No 29 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor junto pasal 55 ayat (1) ke -1 KUHP junto pasal 64 ayat (1) KUHP dan subsidair pasal 3 junto pasal 18 UU No 31 tahun 1999 junto UU No 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tipikor junto pasal 55 ayat (1) ke -1 KUHP junto pasal 64 ayat (1) KUHP.

Usai pembacaan dakwaan, ketua Majelis Hakim, Yuli Efendy SH bertanya ke terdakwa apakah memahami isi dakwaan tersebut. Terdakwa Burhanuddin Baharuddin langsung menjawab, kalau dakwaan yang dibacakan itu ada yang benar dan ada pula yang tidak.

"Yang saya tanya, apakah bapak memahami atau tidak isi dakwaan itu. Soal bantahan bapak, ada tahapan selanjutnya. Diajukan di sidang eksepsi nanti," kata Yuli Efendy.

Sidang kemudian ditutup dan akan dilanjutkan lagi sepekan depan, langsung ke agenda pemeriksaan saksi-saksi. [bal]

Topik berita Terkait:
  1. Kasus Korupsi
  2. Takalar
  3. Makassar
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini