20 Siswa SD Cirebon Diduga Keracunan Soto Ayam Gratis, Polisi Selidiki Penyebabnya

Dugaan keracunan makanan siswa di Cirebon menimpa 20 murid SDN 2 Setu Wetan usai menyantap soto ayam dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Polisi dan Dinkes selidiki penyebabnya.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
20 Siswa SD Cirebon Diduga Keracunan Soto Ayam Gratis, Polisi Selidiki Penyebabnya
Dugaan keracunan makanan siswa di Cirebon menimpa 20 murid SDN 2 Setu Wetan usai menyantap soto ayam dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Polisi dan Dinkes selidiki penyebabnya. (AntaraNews)

Insiden dugaan keracunan makanan massal menimpa 20 siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Setu Wetan, Cirebon, Jawa Barat. Kejadian ini terjadi setelah para siswa menyantap menu soto ayam yang disediakan melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Para siswa mengalami gejala mual, muntah, dan pusing tak lama setelah makan siang di sekolah.

Kepolisian Resor Kota (Polresta) Cirebon segera bergerak cepat untuk menyelidiki penyebab pasti dari kasus ini. Pihak kepolisian bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat untuk mengumpulkan bukti dan informasi yang relevan. Penyelidikan ini bertujuan untuk memastikan keamanan pangan bagi seluruh penerima program MBG di wilayah tersebut.

Kepala Polresta Cirebon Kombes Pol Sumarni menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dapur penyedia makanan. Langkah ini diambil untuk memastikan standar kebersihan dan prosedur pengolahan makanan telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kondisi kesehatan para siswa menjadi prioritas utama dalam penanganan kasus ini.

Tim gabungan dari Polresta Cirebon dan Dinas Kesehatan telah melakukan sidak ke dapur penyedia makanan untuk sekolah tersebut. Inspeksi ini meliputi pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi dapur, peralatan masak, serta bahan-bahan yang digunakan dalam proses pengolahan makanan. Petugas berupaya mengidentifikasi potensi sumber kontaminasi yang mungkin menjadi penyebab insiden ini.

Dalam kesempatan tersebut, tim juga mengambil sampel makanan, khususnya soto ayam yang menjadi menu utama, untuk diuji di laboratorium. Kombes Pol Sumarni menjelaskan, "Kami sudah ambil sampel makanan. Secara administrasi untuk SPPG tersebut lengkap dan bersertifikat, tinggal menunggu hasil laboratorium." Hasil uji laboratorium ini diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai kandungan dalam makanan yang dikonsumsi siswa.

Berdasarkan pendataan sementara, delapan sekolah lain juga menerima menu soto ayam serupa dari penyedia yang sama. Namun, hanya SDN 2 Setu Wetan yang melaporkan adanya gejala keracunan pada siswanya. Hal ini menjadi fokus penyelidikan untuk mengetahui faktor spesifik yang menyebabkan keracunan di sekolah tersebut.

Saat ini, tujuh siswa masih menjalani perawatan intensif di puskesmas terdekat, sementara 13 siswa lainnya telah diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik. Polisi bersama petugas kesehatan terus menelusuri bahan makanan yang digunakan, seperti tauge, kol, dan ayam. Penelusuran ini untuk memastikan sumber penyebab gangguan kesehatan yang dialami para siswa.

Kombes Pol Sumarni juga menegaskan pentingnya higienitas dalam setiap tahap pengolahan makanan. Pihaknya mengimbau seluruh penyedia makanan program MBG untuk memperketat pengawasan terhadap kebersihan. Selain itu, mereka diminta untuk menerapkan standar operasional prosedur (SOP) yang ketat guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

"Kami minta semua pihak memperhatikan standar kebersihan dan menjalankan SOP dengan benar," ucap Kombes Pol Sumarni. Imbauan ini menjadi pengingat bagi semua pihak yang terlibat dalam penyediaan makanan untuk publik, terutama bagi anak-anak sekolah. Keamanan dan kesehatan pangan harus menjadi prioritas utama demi kesejahteraan masyarakat.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi