19 Orang Tewas di Lubang Bekas Tambang, Polres Samarinda Baru Tetapkan 1 Tersangka

Minggu, 30 Desember 2018 13:24 Reporter : Saud Rosadi
19 Orang Tewas di Lubang Bekas Tambang, Polres Samarinda Baru Tetapkan 1 Tersangka 31 tewas di lubang bekas tambang batubara di Kaltim. ©Istimewa

Merdeka.com - 32 Warga meninggal di kolam bekas lubang galian tambang di Kalimantan Timur, yang dibiarkan menganga sepanjang tahun ini, terus jadi sorotan tajam pegiat tambang. Dari 32 warga yang didominasi anak-anak sejak 2011-2018 itu, 19 orang di antaranya terjadi di Samarinda, ibu kota provinsi Kalimantan Timur.

Polisi punya alasan, tidak banyak kasus warga meninggal di lubang tambang, mereka tangani hingga tuntas. Itu sebabnya, tahun 2018 ini, baru 1 kasus yang meningkat ke penyidikan, dan menetapkan 1 tersangka, bukan korporasi.

"1 kasus naik penyidikan, bukan menggunakan Undang-undang Pertambangan. Tapi, kelalaian yang sebabkan kematian, sebagaimana diatur dalam KUHP," kata Wakil Kasat Reskrim Polresta Samarinda, AKP Triyanto, dalam rilis akhir tahun 2018, di Mapolresta Samarinda, Minggu (30/12).

Triyanto mengungkap sederetan kesulitan, untuk mengungkap kasus kematian warga di lubang bekas tambang. "Dari (keluarga) korban itu sendiri, tidak ingin memproses perkara itu. Selain itu, beberapa kasus diidentifikasi bukan kolam akibat lubang tambang. Melainkan, diisi air misal air hujan," ungkap Triyanto.

Masih dijelaskan Triyanto, tahun 2018 ini, polisi menangani 4 kasus tambang ilegal di Samarinda, tiga diantaranya diselesaikan. Baik itu hasil dari pengungkapan sendiri polisi, maupun laporan masyarakat.

"Kasus ilegal mining, tidak harus ada laporan masyarakat. Kita juga lidik. Kalau ada indikasi pidana, kita tangani. Tapi, kesulitan kita ketika penindakan ke TKP, pelaku sudah pergi. Selain itu, juga ada kendala pada kontur lokasi kejadian," jelas Triyanto.

Kendati demikian, di kesempatan yang sama, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Vendra Riviyanto menambahkan, personelnya, memberi atensi lebih serius di 2019 mendatang. "Sekarang, soal pengawasan aktivitas tambang menjadi domain Pemprov Kaltim. Kita juga lakukan pemantauan, memonitoring tambang dan bekas lubang yang ditinggalkan," ujar Vendra.

Pegiat Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kalimantan Timur melansir, sejak 2011, ada 32 nyawa melayang di kolam lubang bekas tambang batubara. Kasus itu jadi sorotan Komnas HAM. "Lamanya proses penanganan hukum di Kepolisian Kaltim serta penyidikan yang tidak transparan, menimbulkan dugaan ada upaya mempetieskan kasus ini agar tidak berlanjut," kata Dinamisator Jatam Kaltim, Pradarma Rupang. [bal]

Topik berita Terkait:
  1. Tambang
  2. Tewas Tenggelam
  3. Samarinda
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini