14 Menteri ramai-ramai mundur jelang Soeharto lengser

Selasa, 8 Mei 2018 05:28 Reporter : Desi Aditia Ningrum
14 Menteri ramai-ramai mundur jelang Soeharto lengser Presiden Soeharto di Asean Summit. ©soeharto.co

Merdeka.com - Tahun 1998, tepatnya bulan Mei menjadi sejarah kelam bangsa Indonesia. Saat itu terjadi kerusuhan. Banyak nyawa melayang. Demo di mana-mana mendesak Presiden Soeharto lengser. Setelah 32 tahun berkuasa Bapak Pembangunan akhirnya mundur.

Soeharto semakin terpukul ketika mendengar kabar empat belas menteri Ekuin di Kabinet Pembangunan ke-VII, meletakan jabatan mereka secara bersama-sama. Harapan dan rencana Soeharto untuk mundur perlahan melalui jalan pemilu tanpa keikutsertaannya pun kandas.

Langkah terakhir untuk segera mungkin mengumumkan pengunduran dirinya pun diambil. Soeharto mundur tepat sehari setelah para menteri Ekuin-nya itu resign secara bersamaan, yakni pada 21 Mei 1998.

Berikut 14 menteri tersebut:

1 dari 4 halaman

Akbar Tandjung

Akbar Tandjung datangi KPK. ©2015 merdeka.com/dwi narwoko

Pada pemerintahan Presiden Soeharto, Akbar Tandjung pernah menjabat sebagai Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (1988-1993) dan Menteri Negara Perumahan Rakyat dan Permukiman (1993-1998). Tahun 1998, Akbar Tanjung termasuk ke dalam 14 menteri yang mundur dari kursi pemerintahan.

"Pada waktu itu, para menteri yang ada dalam pertemuan di Bappenas tersebut sepakat, bahwa penyelesaian masalah-masalah yang kita hadapi ini, terutama akibat dari krisis ekonomi, itu tidak lagi bisa diselesaikan semata-mata dengan pendekatan ekonomi," ujar Akbar beberapa waktu lalu.

Adapun menteri lainnya yang mundur seperti Haryanto Dhanutirto sebagai Menteri Perhubungan Indonesia (1993-1998) dan Menteri Negara Pangan dan Hortikultura (1998-1998). Justika S. Baharsjah sebagai Menteri Pertanian serta Kuntoro Mangkusubroto yang saat itu menjabat sebagai Menteri Pertambangan dan Energi.

2 dari 4 halaman

AM Hendropriyono

AM Hendropriyono. ©2012 Merdeka.com

AM Hendropriyono salah satu menteri yang ikut mengundurkan diri dari jabatannya pada masa pemerintahan Presiden Soeharto. Saat itu AM Hendropriyono menjabat sebagai Menteri Transmigrasi dan Pemukiman Perambah Hutan.

Para menteri mengundurkan diri dari jabatannya, sekaligus menolak untuk dimasukkan ke dalam kabinet yang baru akan dibentuk oleh Soeharto dengan nama Kabinet Reformasi.

Menteri lainnya yang juga ikut mundur adalah, Rachmadi Bambang Sumadhijo sebagai Menteri Pekerjaan Umum, Rahardi Ramelan sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi, serta Subiakto Tjakrawerdaya sebagai Menteri Koperasi dan Pembinaan Pengusaha Kecil.

3 dari 4 halaman

Ginandjar Kartasasmita

Di akhir pemerintahan Soeharto, Ginandjar Kartasasmita menjabat sebagai Kepala Bapennas sekaligus Menko Ekuin. Dia salah satu menteri yang mundur saat Soeharto berencana membentuk Dewan Reformasi sekaligus menteri baru dalam Kabinet Reformasi.

Ginandjar menolak langkah Soeharto tersebut. Dewan reformasi sekaligus pelantikan menteri baru dinilai tidak akan bisa menyelesaikan kondisi ekonomi dan politik Indonesia yang mengalami krisis hebat.

Selain Ginandjar, menteri lainnya yang juga mundur, yaitu Sanyoto Sastrowardoyo sebagai Menteri Negara Investasi/Kepala BKPM Republik Indonesia, Sumahadi sebagai Menteri Kehutanan.

4 dari 4 halaman

Giri Suseno Hadihardjono

giri suseno. ©2012 Merdeka.com

Giri Suseno Hadihardjono, salah satu dari 14 menteri yang mengundurkan diri. Dia menjabat sebagai Menteri Perhubungan.

Selain Giri, menteri lainnya yang mengundurkan diri adalah Theo L. Sambuaga sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Tanri Abeng sebagai Menteri Negara Pendayagunaan BUMN. [did]

Baca juga:
Orang yang hilang misterius saat tragedi 98
Penjarahan dan bentrokan paling mengerikan saat tragedi '98, semoga tak terulang
Kesaksian penggali kubur saat Mozes Gatutkaca dimakamkan
Kehidupan pribadi Mozes Gatutkaca
Nama jalan yang selalu dikenang

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini