Misteri Kematian Pemuda Terbungkus Sleeping Bag di Kos Jakbar

Pemuda 24 tahun ditemukan tewas terbungkus sleeping bag di kos Kebon Jeruk. Polisi mengungkap dugaan sementara dan kronologi penemuan jasad korban.

Ady Anugrahadi
Oleh Ady Anugrahadi - Reporter
Misteri Kematian Pemuda Terbungkus Sleeping Bag di Kos Jakbar
Pemuda tewas terbungkus di Kos-kosan Kebon Jeruk (Dok: Antara)

Polisi masih mendalami penyebab tewasnya Fajri (24), yang ditemukan di kamar indekos kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, dalam kondisi mayat terbungkus sleeping bag.

Dugaan awal mengarah pada tindakan bunuh diri berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP). Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Edy Sudarman Korniawan menyebut kepastian penyebab kematian masih menunggu pemeriksaan lanjutan.

“Untuk hasil olah TKP dugaan sementara masih bunuh diri ya, masih sedang didalami kembali,” ujar Edy kepada wartawan, Minggu (11/10/2026).

Ia menuturkan benda yang membungkus tubuh korban adalah sleeping bag.

“Kain pembungkus yang dimaksud adalah sleeping bag, terlihat ketat karena kondisi tubuh korban sudah membengkak,” kata Edy.

Jasad Fajri ditemukan pada Kamis (8/10/2026) sekitar pukul 10.00 WIB di kamar kosnya di Jalan Salam IV, Kelurahan Sukabumi Utara, setelah keluarga kehilangan kontak sejak Rabu malam, 7 Oktober 2026.

Kakaknya, Fani, masih berkomunikasi melalui WhatsApp dan Instagram pada 4–6 Oktober. Pada Kamis pagi, sang ibu memberi tahu Fajri tak lagi bisa dihubungi sehingga Fani memesan ojek online sekitar pukul 09.30 WIB untuk mengecek kondisi adiknya di kos.

Pintu Terkunci

Sesampainya di lokasi, pintu kamar terkunci dan Fajri tidak merespons saat dipanggil. Penjaga kos mencoba membuka dengan kunci cadangan, namun gagal karena kunci dari dalam masih terpasang. Pemilik kos lantas dihubungi untuk memberikan izin mendobrak pintu.

Ketika pintu berhasil dibuka, kondisi kamar gelap akibat token listrik habis. Di atas kasur, tubuh Fajri tampak tertutup selimut. Setelah selimut diangkat, terlihat tubuhnya terbungkus rapat dengan bahan berwarna hitam.

“Setelah selimut disingkap, tubuh Fajri terlihat terbungkus sangat rapat dengan bahan berwarna hitam dari kepala sampai kaki,” ujar Fani kepada wartawan, Minggu (11/10/2026).

Menurut Fani, saat ditemukan tubuh adiknya sudah kaku dan dingin.

Sebuah telepon seluler berada di dekat tubuh korban dalam kondisi diisi daya. Informasi ini diterima Fani dari keterangan pengemudi ojek online yang ia minta mengecek ke lokasi.

Pengemudi dan penjaga kos kemudian memanggil ketua RT serta menghubungi polisi. Jenazah Fajri selanjutnya dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk pemeriksaan lebih lanjut.

 

Rekomendasi