120 Relawan KSB Dikukuhkan! Kemensos dan Pemkot Makassar Sinergi Bentuk Kampung Siaga Bencana di Wilayah Rawan Banjir

Kemensos dan Pemkot Makassar mengukuhkan 120 relawan Kampung Siaga Bencana Makassar di Biringkanaya dan Manggala, memperkuat ketangguhan masyarakat hadapi bencana banjir.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
120 Relawan KSB Dikukuhkan! Kemensos dan Pemkot Makassar Sinergi Bentuk Kampung Siaga Bencana di Wilayah Rawan Banjir
Kemensos dan Pemkot Makassar mengukuhkan 120 relawan Kampung Siaga Bencana Makassar di Biringkanaya dan Manggala, memperkuat ketangguhan masyarakat hadapi bencana banjir. (Merdeka.com)

Kementerian Sosial (Kemensos) dan Pemerintah Kota Makassar kini bersinergi kuat. Mereka bersama-sama membentuk Kampung Siaga Bencana (KSB) di beberapa wilayah. Inisiatif ini adalah komitmen nyata memperkuat ketangguhan masyarakat lokal.

Sebanyak 120 relawan KSB telah dikukuhkan dalam sebuah apel pencanangan dan simulasi. Acara penting ini berlangsung di Anjungan Pantai Losari, Makassar, pada hari Minggu. Relawan tersebut tersebar di dua kecamatan rawan bencana, Biringkanaya dan Manggala.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan pentingnya program ini. KSB bertujuan menjadikan masyarakat subjek aktif dalam penanggulangan bencana. Langkah ini diharapkan mampu meminimalkan dampak buruk dari potensi bencana banjir.

Membangun Ketangguhan Komunitas Lokal Melalui KSB

Munafri Arifuddin menjelaskan bahwa wilayah Biringkanaya dan Manggala di Kota Makassar memang memiliki tingkat kerawanan tinggi. Kedua kecamatan ini kerap dilanda bencana banjir, sehingga memerlukan perhatian khusus. Kesiapsiagaan masyarakat menjadi faktor kunci untuk meminimalkan dampak yang timbul.

Wali Kota berharap masyarakat tidak lagi menjadi korban pasif saat bencana datang. Sebaliknya, mereka harus mampu bertransformasi menjadi subjek aktif dalam seluruh fase penanggulangan bencana. Ini meliputi tahap kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga pemulihan pascabencana.

"Kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat adalah hal yang paling penting," ujar Munafri. Ia menekankan bahwa program KSB ini lebih dari sekadar inisiatif. KSB adalah gerakan gotong royong dan solidaritas sosial yang harus terus digalakkan.

Munafri juga mengajak seluruh elemen masyarakat, pemangku kepentingan, dan pilar sosial. Mereka diharapkan menjadikan KSB sebagai wadah utama untuk pembelajaran dan kerja sama. Tujuannya adalah saling tolong-menolong demi keselamatan bersama.

Peran Krusial KSB sebagai Respon Cepat Bencana

Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial RI, Robben Rico, hadir langsung dalam acara pengukuhan relawan KSB. Beliau didampingi jajaran Kemensos untuk memberikan dukungan penuh. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen pemerintah pusat.

Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Makassar turut menyampaikan apresiasi. Mereka sangat menghargai pengukuhan KSB di dua kecamatan yang rentan bencana tersebut. Inisiatif ini dinilai sangat strategis.

Robben Rico menjelaskan konsep dasar dari pembentukan KSB. Konsep utamanya adalah memberikan pertolongan pertama dalam situasi kebencanaan. Ini dilakukan sebelum bantuan skala besar tiba dari pemerintah pusat atau provinsi.

"Jadi konsep KSB adalah memberikan pertolongan pertama dalam kebencanaan sebelum bantuan skala besar datang dari pusat atau provinsi," tegas Robben. Relawan KSB menjadi garda terdepan dalam respons awal bencana. Mereka berperan penting dalam menyelamatkan nyawa dan aset.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi