1.000 Rumah Warga di Bantaeng Sulsel Terendam Banjir
Merdeka.com - Hujan deras yang terjadi di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan (Sulsel) membuat sejumlah daerah terendam banjir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel mendata setidaknya 1.000 rumah di Bantaeng terendam banjir.
Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Sulsel, Abdul Wahid mengatakan banjir merendam sembilan daerah di Kabupaten Bantaeng. Wahid mengaku banjir terjadi akibat curah hujan tinggi di wilayah selatan Sulsel.
"Wilayah yang terendam Kelurahan Lamalaka, Lembang, Mallilingi, Pallantikang Desa Rappoa, Terminal Pasar Baru dan daerah lainnya," kata Abdul Wahid kepada merdeka.com, Kamis (8/7).
Wahid mengatakan tidak ada korban jiwa meski 1.000 rumah terendam banjir dan kurang lebih 5.000 warga terdampak. Selain itu, banjir membuat drainase di jalan Monginsidi jebol.
"Irigasi Cedo ke arah Lasepang jebol mengakibatkan meluapnya air sampai ke arah sungai Lasepang. Sungai Sasayya di belakang BTN Erlita jebol mengakibatkan air tumpah ke permukiman warga," kata dia.
Terpisah, Kepala BPBD Bantaeng, Asrul mengatakan, pihaknya telah mendirikan posko siaga 24 jam. Bahkan, dalam kondisi ini, pihaknya telah menurunkan tim TRC BPBD untuk melakukan evaluasi terhadap barang warga.
"Barang yang mudah hanyut dan elektronik, beberapa barang milik warga sudah lebih awal disingkirkan atau diamankan oleh pemilik," ujarnya.
Dia juga mengaku belum mendapatkan laporan adanya warga yang mengungsi. "Belum ada laporan warga yang mengungsi," pungkasnya.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya