10 Ribu Vaksin Disebar untuk Cegah Penularan Rabies di Jateng
Merdeka.com - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan 10 ribu dosis vaksin rabies ke 50 sentra vaksinasi hewan di sejumlah kabupaten kota. Vaksinasi rabies itu merupakan upaya untuk pengendalian penularan virus rabies.
"Kita punya lima klinik hewan milik provinsi, 85 puskeswan dan tiga laboratorium. Kita koordinasi dengan pihak dinas kabupaten kota untuk menggencarkan vaksinasi rabies," kata Plt Dinkeswan Jateng Saiful Latif dalam World Rabies Day di Semarang, Selasa (28/9).
Menurut Saiful, sejak tahun 1997 Jawa Tengah telah masuk provinsi bebas rabies selain Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Meski telah bebas rabies, namun Jateng masih rawan tertular terutama daerah perbatasan seperti Brebes, Cilacap dan beberapa wilayah di jalur Pantura.
Selain itu, masih adanya konsumsi daging anjing di Jawa Tengah seperti Solo raya juga menjadi alasan digencarkannya vaksinasi rabies.
"Kami fokuskan daerah perbatasan untuk vaksinasi, ya ada juga daerah yang masih menjual daging anjing," jelasnya.
Sementara itu Koordinator Karantina Hewan di Balai Karantina Pertanian Semarang, Drh Pratiwi Asmara Wulan mengatakan dalam kegiatan hari rabies sedunia, pihaknya mengalokasikan 200 dosis vaksin rabies. Vaksin itu disuntikkan gratis pada pemilik hewan peliharaan seperti kucing, anjing dan kera.
"Ada 200 dosis vaksin rabies, kita akan maksimalkan layanan vaksin rabies supaya wilayah Jawa Tengah tetap terbebas dari rabies. Karena rabies tergolong penyakit zoonosis yang berbahaya bagi nyawa manusia," kata Pratiwi Asmara.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya