BCA Siapkan Infrastruktur Dukung Layanan BI Fast

Executive Vice President Secretariat & Corporate Communication BCA, Hera F. Haryn memastikan, BCA telah menyiapkan infrastruktur untuk mendukung sistem layanan BI Fast. BI Fast sendiri telah resmi diluncurkan Bank Indonesia pada hari ini, Selasa (21/12).

Sulaeman
Oleh Sulaeman - Reporter
BCA Siapkan Infrastruktur Dukung Layanan BI Fast
bank BCA. REUTERS/Beawiharta

Executive Vice President Secretariat & Corporate Communication BCA, Hera F. Haryn memastikan, BCA telah menyiapkan infrastruktur untuk mendukung sistem layanan BI Fast. BI Fast sendiri telah resmi diluncurkan Bank Indonesia pada hari ini, Selasa (21/12).

"Saat ini, BCA sudah menyiapkan infrastruktur untuk mengimplementasikan sistem BI Fast Payment," ujar Hera kepada Merdeka.com di Jakarta, Selasa (21/12).

Hera menjelaskan, sistem BI Fast akan diimplementasikan di berbagai platform BCA secara bertahap. Dimulai pada platform myBCA, disusul dengan platform lainnya seperti KlikBCA, BCA mobile, dan ATM.

Hera percaya, melalui BI Fast akan menekan biaya transfer lalu lintas giro atau LLG. Mengingat, layanan anyar pembayaran ritel tersebut beroperasi secara real time dengan didukung teknologi canggih.

"Dimulai dengan layanan transfer antar Bank secara online, BI Fast tersedia secara 7x24 jam. Tentunya dengan harga yang terjangkau dan lebih murah dari transfer LLG," ungkapnya.

Sebagai informasi, saat pandemi, transaksi perbankan melalui kanal digital meningkat pesat. Transaksi Internet banking BCA tumbuh 29 persen secara tahunan atau year on year (YoY) menjadi Rp1,09 miliar transaksi di kuartal III-2021.

"Tercatat porsi transaksi digital banking yang mencakup mobile dan internet banking BCA sebesar 88 persen per kuartal III-2021. Porsi transaksi di kantor cabang tercatat sebesar 0,5 persen," imbuhnya.

Ke depan, BCA akan terus memperkuat ekosistem finansial, penyempurnaan dan modernisasi dari infrastruktur teknologi informasi yang dimiliki. Alhasil, mampu mendukung keandalan dan keamanan berbagai layanan perbankan transaksi digital.

"Sehingga, diharapkan dapat meningkatkan volume transaksi digital perbankan dan dapat mendukung pertumbuhan bisnis perusahaan," tutupnya.

Sebelumnya, Bank Indonesia resmi meluncurkan sistem pembayaran BI Fast pada Selasa (21/12). Pada tahap awal, transfer online antar bank dengan tarif Rp 2.500 ini akan dilaksanakan oleh 22 bank.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, BI Fast akan melengkapi layanan pembayaran ritel yang ada saat ini yaitu Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI). Namun, layanan anyar ini dipastikan lebih unggul baik dari sisi efisiensi waktu hingga tarif yang lebih murah.

Rekomendasi