Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menengok Dampak Kenaikan Suku Bunga ke Bank Syariah

Menengok Dampak Kenaikan Suku Bunga ke Bank Syariah Aktifitas Teller Bank BRi. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Bank Indonesia (BI) mengumumkan kenaikan suku bunga acuan dari yang sebelumnya 3,72 persen menjadi 4,25 persen. Keputusan kenaikan tersebut karena untuk menurunkan laju inflasi imbas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi maupun komoditas pangan.

Tentu keputusan tersebut akan memberikan dampak ke sektor yang lain, terutama dalam dunia perbankan syariah. Direktur Indonesia Development and Islamic Studies (IDEAS) Yusuf Wibisono mengatakan, kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia tentu akan berdampak juga pada perbankan syariah.

Dia menjelaskan secara empiris tingkat margin pembiayaan di perbankan syariah juga banyak dipengaruhi BI rate.

"Dengan kenaikan bi rate ini, cost of fund di perbankan syariah akan ikut naik sehingga tingkat margin pembiayaan semakin mahal dan pembiayaan perbankan syariah berpotensi terkena," ujar Yusuf kepada Merdeka.com, Minggu (25/9).

Sementara, Pengamat Perbankan Syariah, Paul Sutaryono mengatakan semua bank tentu akan terkena dampak dari kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia. Kenaikan suku bunga acuan akan mendorong pada kenaikan suku bunga simpanan karena biaya dana yang mahal. Tak hanya itu suku bunga simpanan yang tinggi akan membuat suku bunga pembiayaan akan naik.

"Tentu saja semua bank terkena dampaknya (suku bunga). Kenaikan suku bunga acuan akan mendorong kenaikan suku bunga simpanan karena cost of fund mahal" ujar Paul Sutaryono, kepada Merdeka.com, Jumat (23/9).

Di sisi lain, perbandingan bunga bank syariah dan bunga bank konvensional, menurut statistik perbankan syariah per Mei 2022 yang terbit pada 5 September 2022, tingkat margin rata-rata pembiayaan dalam Rupiah bank umum syariah yakni modal kerja 12,20 persen, investasi, 9,55 persen, dan konsumsi 9,35 persen.

Sedangkan suku bunga rata-rata kredit dalam rupiah bank umum cfm statistik perbankan Indonesia yakni modal kerja 8,48 persen, investasi 8,25 persen dan konsumsi 10,31 persen.

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP