Komunitas JYPA Kolaborasi dengan SLC Gelar Teater Musikal Bertema Vincent Van Gogh

Kamis, 30 Mei 2019 00:21 Reporter : Dedi Rahmadi
Komunitas JYPA Kolaborasi dengan SLC Gelar Teater Musikal Bertema Vincent Van Gogh Komunitas JYPA. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Komunitas Jakarta Youth for Performing Arts (JYPA) bekerja sama dengan Saraswati Learning Center (SLC) untuk menggelar teater musikal bertema Still Life: The Story of Vincent Van Gogh, Juni 2019. Acara tersebut digelar untuk menceritakan sisi lain dari Van Gogh, orang hebat yang dianggap gila hingga dikirim ke rumah sakit jiwa.

COO Jakarta Youth for Performing Arts dan Produser Still Life, Divanka Larastessya Djamalus mengatakan musikal tersebut menceritakan kisah orang-orang yang berada dalam hidupnya, dan bagaimana mereka memengaruhi kehidupannya.

"Walaupun tujuan utama JYPA adalah untuk memajukan para pemuda, mereka juga mempunyai tujuan untuk menyebarkan pesan-pesan penting melalui komunitas mereka. Still Life tidak terbatas dengan musik, seni dan tari, tetapi juga menyebarkan pesan positif tentang masalah-masalah yang diremehkan di Indonesia," kata Divanka di Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Rabu (29/05/2019).

"Masyarakat Indonesia cenderung mengabaikan meningkatnya masalah kesehatan mental, dan JYPA sangat berharap untuk dapat menghilangkan stigmatisasi prasangka negatif penyakit mental dengan cara melukiskan kehidupan jujur, namun indah yang sudah dilalui oleh Vincent Van Gogh. Dari kolaborasi dengan Saraswati Learning Center, mereka akan menyebarkan kesadaran terhadap kesehatan mental dan kecacatan mobilitas kognitif, seperti Cerebral Palsy, Down Syndrome dan lain lain," tambah dia.

Pendiri Saraswati Learning Center (SLC), Reshma Wijaya Bhojwani mengatakan teater musik dan juga lelang lukisan yang dibuat oleh kolaborasi seniman dengan difabel tersebut sebagai ajang pembuktian untuk mengubah pola pikir. Menurut Reshma, semua orang harus melihat dari segi kemampuan masing-masing individu bukan dari ketidakmampuan.

"Kita semua berbeda baik dari segi penampilan, karakter, kegemaran, pola pikir dan sebagainya.Jadi mulai sekarang juga rubah pola pikir lihat dari segi kemampuan bukan dari ketidakmampuan," tegas Reshma. [ded]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini