Keren, inilah beragam organisasi pemuda di masa penjajahan Belanda
Merdeka.com - Pernahkah kamu mendengar tentang organisasi pemuda? Pada masa pemerintahan kolonial Belanda, banyak juga organisasi yang terbentuk selain organisasi agama dan partai politik. Organisasi pemuda ini masih bersifat kedaerahan dan menentang adanya kolonialisme yang dilakukan oleh Belanda. Organisasi itu punya tujuan untuk meningkatkan rasa kebangsaan dan rasa cinta tanah air. Di kalangan pemuda, banyak sekali organisasi itu loh.
Tri Koro Dharmo didirikan di Jakarta pada tanggal 7 Maret 1915. Organisasi ini didirikan di Gesung Kebangkitan Nasional dengan ketuanya yaitu dr. Satiman Wiryosanjoyo. Perkumpulan ini memiliki anggota dari pemuda Jawa. Dalam kongresnya di Solo, organisasi pemuda ini berubah nama menjadi Jong Java. Setelah itu, di tahun 1920an, Jong Java mulai mengadakan perubahan pandangan dari kedaerahan ke nasional.
Selain Jong Java, masih ada beberapa organisasi pemuda lainnya seperti Jong Minahasa, Jong Celebes dan Jong Ambon. Bergabungnya organisasi-organisasi ini membuat mereka berganti nama menjadi Indonesia Muda. Selain itu, muncul sebuah organisasi baru yang bernama Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia atau PPPI yang bertujuan untuk kemerdekaan tanah air Indonesia Raya. Organisasi ini bersifat anti imperealisme. Di tahun 1927, tepatnya di Bandung, muncul sebuah organisasi bernama Jong Indonesia.
Lain dengan organisasi-organisasi pemuda lainnya, organisasi ini bersifat nasional. Setelah itu, organisasi ini berganti nama menjadi Pemuda Indonesia dan Putri Indonesia. Lalu, di tahun 1926, diadakanlah Kongres Pemuda Indonesia I yang diadakan di Jakarta. Kongres ini dihadiri oleh organisasi-organisasi pemuda yang masih bersifat kedaerahan. Meskipun Kongres I masih belum menghasilkan keputusan yang penting, rasa nasionalisme sudah terbentuk. Sebagai generasi muda, kita juga harus memiliki rasa nasionalisme yang tinggi untuk negara. (mdk/iwe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya