5 Pokok model atom Niels Bohr yang menjawab banyak pertanyaan
Merdeka.com - Pada tahun 1911, Rutherford menemukan bukti bahwa dalam atom terdapat inti atom yang bermuatan positif yang berukuran jauh lebih kecil dari pada ukuran atom. Teori Rutherford ini kemudian disempurnakan oleh Niels Bohr pada tahun 1913. Berdasarkan hasil percobaannya tentang spectrum atom hidrogen, Bohr menyatakan bahwa selama mengelilingi inti atom, elektron tidak kehilangan energi dan berada pada lintasan-lintasan energi tertentu yang disebut orbit atau kulit elektron. Wah, luar biasa, kan?
Berikut ini adalah beberapa pokok model atom Bohr. Yuk simak penjelasannya di bawah ini.
- Saat mengelilingi inti atom, elektron bergerak menurut lintasan (orbit) tertentu. Dari penelitian, diketahui terdapat 7 lintasan elektron.
- Pada setiap lintasan energi gerak elektron selalu tetap besarnya (elektron nggak mengalami kehilangan energi sewaktu melintas pada lintasannya mengelilingi inti. Oleh karena energi, elektron pada lintasan selalu tetap maka elektron nggak akan tertarik masuk ke inti.
- Lintasan elektron berenergi tetap ini disebut lintasan stasioner atau lebih sering disebut tingkat energi elektron, atau tingkat energi saja. Tingkat energi (lintasan elektron) diberi tanda huruf E.
- Setiap lintasan elektron mempunyai tingkat energi tertentu besarnya. Tingkat energi E1 yang paling dekat ke inti adalah yang terkecil energinya yang paling besar energinya adalah tingkat energi yang paling luar.
- Elektron dapat berpindah dari satu lintasan ke lintasan yang lain, atau dari satu tingkat energi ke tingkat energi yang lain. Proses ini disebut eksitasi.
Penjelasan dari Bohr ini memberikan banyak manfaat untuk perkembangan ilmu kimia di dunia. Ia juga berhasil menjelaskan mengapa elektron yang bermuatan negatif nggak jatuh ke dalam inti atom yang bermuatan positif. (mdk/iwe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya